Bulan - Tere Liye [REVIEW BUKU]

Maret 06, 2019



Judul : Bulan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 400 hlm.
ISBN : 9786020314112

Blurb


Image result for BULAN TERE LIYE

Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.

Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.

Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.


Buku kedua dari Serial bumi

Apa Yang Terjadi?

"Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga matahari pertama mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang paling penting, mendengarkan alam liar tersebut."

Welcome back!

Petualangan Raib, Seli dan Ali kembali dimulai setelah mereka pulang dari klan Bulan ke tempat asal mereka tinggal, Bumi. Di novel Bulan ini, mereka berpetualang ke klan matahari. Sebelum itu, mereka diberitahu oleh Miss Selena, guru matematika mereka yang juga berasal dari dunia paralel, agar dapat pergi ke klan matahari dengan tujuan melakukan sebuah diplomasi bersama Miss Selena, Av dan Ily.

Di novel Bumi sudah dijelaskan bahwa Raib adalah putri keturunan dari raja klan bulan. Sedangkan Seli adalah keturunan dari klan matahari. Dan Ali sendiri merupakan manusia biasa tetapi memiliki kekuatan yang akan keluar ketika dirinya dalam keadaan terdesak.

Kedatangan mereka ke klan matahari ternyata bertepatan dengan sebuah kompetisi festival bunga matahari. Tak pelak, mereka pun akhirnya menjadi peserta kontingen Festival Bunga Matahari. Kompetisi ini mengharuskan mereka untuk mengambil bunga matahari yang pertama kali mekar di negeri tersebut, tanpa ada yang mengetahui pasti dimana tempat bunga itu akan mekar.

Image result for klan matahari

Kompetisi tersebut penuh dengan risiko dan tentu saja berbahaya. Mulai dari menjelajahi hutan, menemukan rumah di tengah padang perdu berduri, melawan kawanan gorilla, diserang burung yang mirip dengan ikan piranha, bertemu nelayan yang mengharuskan mereka untuk bermain teka teki, hingga melawan gurita raksasa.

Ada alasan mengapa ketua konsil klan matahari begitu mengharapkan Raib, Seli dan Ali untuk dapat mengikuti Festival Bunga Matahari. Dan jawaban itu terungkap di akhir cerita. Sosok Tanpa Mahkota juga kembali digaungkan mendekati akhir cerita.

Diselipi Banyak Pesan Moral

Seperti biasa, Tere Liye selalu menempelkan kata kata bijak ataupun pesan moral dalam buku yang ia tulis, termasuk pada novel Bulan ini.


"Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali: cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika."

"Kita sebagai manusia selalu merasa memiliki kemampuan komunikasi terbaik di dunia ini, hingga kita lupa kalau lumba-lumba adalah pemilik radar bawah air terbaik seluruh dunia. Sehebat apa pun manusia menciptakan teknologinya, tetap tidak sebanding dengan cara berkomunikasi lumba-lumba. Juga kelelawar, mereka memiliki cara komunikasi rumit. Juga lebah, mereka punya sinyal, cara, atau tanda saat terbang untuk memberitahu yang lain di mana posisi bunga-bunga. Hanya karena kita punya kosakata lebih banyak, bukan berarti kita lebih baik.

Nama dan Karakter yang Unik.

Selain Raib, Seli dan Ali, Bulan memiliki beberapa karakter lainnya untuk mendukung terjadinya petualangan di klan matahari. Ada Ily, anak dari Ilo-Vey dan merupakan warga asli klan Bulan. Ada Fala-Tara-Tana-IV yang merupakan ketua konsil matahari.

***

Well, gue merasa bahwa Bulan adalah campuran dari berbagai cerita fantasi yang telah mendunia seperti The Hunger Games dan Harry Potter. Seperti tokoh Tanpa Mahkota yang agak mirip dengan Voldemort di Harry Potter. Atau konsep kompetisi Festival Bunga Matahari yang mirip dengan The Hunger Games.

Image result for the hunger games

Meski begitu, gue tetep suka dengan series ini. Ceritanya yang nagih dibalut dengan bahasa yang mudah dipahami serta masih belum banyak penulis Indonesia yang berani menulis cerita dengan genre fantasi.

Tapi, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Seperti adanya penulisan kata yang diulang-ulang. Ada kata yang typo, alur di awal cerita yang cukup membosankan karena polanya mirip mirip, dan konflik yang dibangun cukup lambat.

Yeah, Novel ini gue rekomendasiin untuk lo yang suka cerita fantasi. Lo akan menemukan cerita yang cukup beda dengan genre fantasi lainnya. Selain cerita yang cukup imajinatif, lo juga akan diingatkan kembali melalui pesan pesan bijak ala Tere Liye.

***

REVIEW

Ide Penulis : 3,8/5
Alur Cerita : 3.8/5
Penokohan : 3.8/5
Gaya Kepenulisan : 4/5

OVERALL : 3.85/5

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments