From Me To You - Love Notes oleh Asma Nadia [REVIEW BUKU]

April 13, 2019

Judul Buku : From Me To You; Love Notes
Penulis : Asma Nadia
Penerbiit : Republika
Tebal Buku : 228 hlm
ISBN 9786025734663

Ingat, manusia sering kali terkecoh oleh penilaian yang memang hanya berdasarkan tampak luar. Serahkan pada Allah, kalau memang Dia tidak mengizinkan barangkali karena sosok tersebut tidak baik untuk kamu. (hlm. 32)


dok. pribadi

Tahun 2019 ini, Mbak Asma Nadia kembali menerbitkan buku dengan genre nonfiksi. Buku ini berjudul From Me To You; Love Notes. Sebuah buku yang dipersembahkan untuk mereka yang saat ini sedang menanti cinta sejati, menunggu kepastian cinta ataupun untuk mereka yang tak ingin terjebak dalam kesalahan cinta.

Mencintai-Nya tak pernah mengecewakan. Sebaliknya, mencintai seseorang di antara hamba-hamba-Nya sangat berpotensi untuk berhadapan dengan sedih, kecewa, marah, patah hati, dan lain-lain; apalagi berbohong. (hlm. 99)

Problematika Cinta dan Problem Solving-nya

Menurut gue, buku ini sudah cukup lengkap membahas berbagai problematika cinta terutama bagi muslimah. Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat pesan tentang cinta mulai dari memaknai kata cinta itu sendiri, pesan agar tak salah menempatkan cinta, hingga bagaimana mempersiapkan pernikahan bagi wanita muslimah.

Buku ini juga membahas tentang tata cara taaruf sesuai syariat islam. Taaruf yang benar benar taaruf. Bukan taaruf berkedok pacaran yang saat ini banyak muda mudi salah kaprah mengenai hal itu.

Hal yang membuat gue terkesima ketika membaca buku ini adalah ketika pembahasan mengenai kalkulasi cinta. Gak cuma duit yang bisa dikalkulasi, cinta juga ternyata ada kalkulasinya loh. :D

Patah hati? Buku ini juga memuat pembahasannya. Sedang didekati oleh laki laki idaman? Buku ini juga membahasnya. Pokoknya, buku ini cukup lengkap membahas problematika muslimah dalam menghadapi cinta.

Hidup itu anugerah. Rasanya layak untuk diisi dengan begitu banyak hal luar biasa, ketimbang sekadar hubungan gak jelas yang dilandasi tanpa rasa itu. (hlm. 17)

Love Yourself Before Love People

Hal lain yang dibahas oleh Mbak Asma Nadia dalam buku Love Notes ini adalah perihal mencintai diri sendiri. Love yourself before love people. Sadar gak sih selama ini kita selalu mencurahkan hati dan pikiran kita hanya untuk mencintai orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa bahwa diri kita sendiri pun juga membutuhkan cinta. Siapa lagi yang akan mencintai diri kita selain kita sendiri?

Cintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Ini pelajaran yang harus diajarkan seluruh orang tua kepada anak-anak mereka.  Agar sanggup melakukannya, seseorang harus mengenal lalu menyukai seluruh hal yang ada pada dirinya.  Sementara untuk sampai ke sana, kita juga harus besiap menerima kekurangan yang ada. (hlm. 70)


Ketika kita mencoba untuk mencintai diri kita sendiri, bukan berarti kita bersikap egois dan tidak memedulikan orang lain. Tapi mencintai diri sendiri pertanda bahwa kita yakin pada Allah yang telah memberikan kita bentuk terbaik dari penciptaan-Nya. Dengan begitu, kita jadi tidak mudah mengeluh terhadap keadaan fisik yang kita miliki.

Mencintai diri sendiri juga berarti kita turut mengapresiasi segala bagian yang ada di dalam diri kita. Ketika orang lain memuji, kita tak mudah goyah. Apalagi pujian yang diberikan oleh lawan jenis sebagai bentuk pendekatan kepada kita. Kebahagiaan dan suasana hati kita berada di bawah kendali kita, bukan orang lain.

Masa sebelum nikah adalah waktu untuk menempa kelayakan diri. Bukan hanya demi menyambut kehadiran suami atau istri, tetapi berharap kelayakan ini walau terkadang jatuh bangun, tetapi memadai di sisi Allah. (hlm. 166)

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

2 comments

  1. Hai Mba salam kenal ya. Saya Yeni, Parenting Blogger. Sepertinya Mba Suka banget baca buku ya 😉. Nggak tertarikkah blognya jadi berdomain dan jadiin blognya berniche gitu khusus tentang reviw buku. Unik kayaknya dan tentu blog berniche itu jarang banget. Saya suka ama blognya mba 😉

    BalasHapus
  2. Salam kenal kembali mbak ^^

    Wah, ini sudah saya pikirkan dari setahun lalu mbak. Tapi belum direalisasikan. Doakan ya mbak semoga blog ini bisa berdomain dan punya niche khusus. Saya masih rasa sayang sama artikel lain yang pernah saya buat.Sayang dihapus wkwk :'D

    BalasHapus