Sirkus Pohon - Andrea Hirata [REVIEW BUKU]

Februari 23, 2019

“Boi, samudra dapat kau samarkan, gunung dapat kau kaburkan, apa pun dapat kau sembunyikan di dunia ini, kecuali cinta - 




Judul Buku : Sirkus Pohon
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2017
ISBN : 9786022914099

SINOPSIS
Baiklah, Kawan, kuceritakan padamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena selalu wajib lapor setiap Hari Senin, di Polsek Belantik.

Benci nian aku pada delima itu, lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol, dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-daunnya kusut. Malam Jumat burung kekelong berkaok-kaok di puncaknya, memanggil-manggil malaikat maut. Tak berani aku dekat-dekat delima itu, karena aku tahu pohon itu didiami hantu.

Dalam novel ini Andrea akan membuat kita terbahak-bahak mengikuti kisah orang-orang Melayu di pedalaman Belitong yang lugu, tersedu-sedu oleh kisah cinta yang masygul, atau geleng-geleng kepala oleh intrik-intrik mereka yang luar biasa. Kita akan menemukan manusia-manusia yang tak sempurna, tapi sekaligus menemukan kebijaksanaan dalam diri mereka


Baca Juga: Review Novel Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Baca Juga: Baca Buku Gratis di iPusnas, Yuk!

Ikhtisar
Sirkus Pohon menceritakan tentang seorang pemuda yang bernama Sobri. Sobri adalah pemuda asal Belitung yang hingga kini belum mendapat pekerjaan. Saudara saudara Sobri rata rata sudah memiliki pekerjaan dan kemampuan finansial yang mandiri. Sobri sendiri masih belum jelas bagaimana statusnya. 

Meskipun begitu, Sobri tetap sabar dan semangat dalam mencoba berbagai pekerjaan baru. Sayangnya, ia ternyata memiliki teman yang suka mencuri. Hingga akhirnya, Sobri mendapat tuduhan mencuri dari warga setempat. 

Sobri bertemu dengan Dinda, seorang wanita yang berhasil membuat ia selalu semangat dalam mengejar segala impiannya. Sobri berniat untuk menikahi Dinda. Oleh karena itu, ia bekerja keras untuk mencari uang agar dapat menikahi Dinda. Sobri akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai badut sirkus, sebuah pekerjaan yang sangat ia cintai karena dari sana ia mendapatkan banyak pelajaran hidup.

Selain Sobri, kita juga akan bertemu dengan kisah lain yang dialami oleh Tegar dan Tara. Tara adalah seorang gadis yang pernah bertemu dengan Tegar saat mereka masih anak-anak. Keduanya tidak akan pernah melupakan momen tersebut. Ketika dewasa, Tegar selalu berusaha mencari seorang gadis kecil yang memiliki aroma vanili. Sedangkan Tara, ia selalu mencari sosok laki laki yang telah melindunginya saat usianya masih kanak kanak. Bahkan Tara telah melukis wajah Tegar sebanyak lebih dari 50 kali.

Mendekati akhir cerita, kita akan menemukan benang merah yang terjadi antara kisah Sobri dan Tegar. Apa yang sebenarnya membuat mereka bertemu dan mengapa buku ini diberi judul Sirkus Pohon, juga akan terjawab ketika kita telah selesai membacanya.

Kelebihan
Cerita dari sirkus pohon ini memang sedikit ramai. Banyak tokoh dan peristiwa yang terjadi disini. Meskipun begitu, ceritanya tetap dapat kita nikmati karena mengandung banyak pesan moral.

Di buku ini, Andrea Hirata menceritakan tentang makna dari sebuah perjuangan. Perjuangan yang dilakukan oleh Sobri dan Tegar berbuah dengan manis walaupun pada awalnya mereka harus mendapat banyak kegagalan dan penolakan. Perjuangan cinta yang mereka lakoni patut diacungi jempol. Dari perjuangan itulah kita belajar bahwa tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini meski pada realitanya sangat impossible untuk diraih.

Kekurangan
Jujur, Sirkus Pohon merupakan novel pertama dari Andrea Hirata yang saya baca. Saya belum membaca tulisan Andrea Hirata lainnya. Bahkan, mahakarya beliau yang berjudul Laskar Pelangi pun belum saya baca (ini dikarenakan saya sudah menonton filmnya terlebih dahulu).

So, saya merasa bahwa Karya Andrea Hirata yang satu ini cukup bagus untuk dibaca. Ada banyak kejutan dan pelajaran hidup yang bisa kita ambil melalui novel ini.

Kesimpulan
Overall, berdasarkan isi dan alur ceritanya, saya beri rating 4/5 untuk novel ini. Bahasa yang ringan dan mudah dipahami serta banyak wawasan tentang budaya melayu menjadikan novel ini semakin apik untuk dibaca. :)

Baca Juga: How To Deal With Stress?
Baca Juga: Kamu Cantik!

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments