Rembulan Tenggelam di Wajahmu - Tere Liye [REVIEW BUKU]

Januari 12, 2019



Judul : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal Buku: 453 hlm


“Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.” 



Sinopsis
Apakah hidup ini adil?
Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup?
Apakah makna kehilangan?
Apakah cinta itu?
Dan, Apakah kaya adalah segalanya?
Jika kita diberikan lima kesempatan untuk bertanya, apakah yang akan kau tanyakan dalam hidupmu?


Ikhtisar
Buku ini menceritakan tentang seorang laki laki yang tidak pernah mencoba memahami dan mensyukuri kehidupan yang ia miliki. Ia bernama Rey atau Rehan yang tinggal di panti asuhan sejak ia masih bayi. Malangnya, ia tumbuh menjadi seorang anak yang memiliki sifat pemberontak. Rehan menjuluki penjaga pantinya sebagai orang 'sok suci' karena menghalalkan segala cara dan memakai uang panti untuk keperluannya naik haji. 

Ray membenci kehidupannya. Dari sekian banyak panti, mengapa ia harus dibesarkan di panti ini? Itulah pertanyaan pertama Ray. Ia juga memiliki empat pertanyaan lainnya dan baru terjawab setelah ia berumur 60 tahun. 



“Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.” 

Pada suatu malamenjelang hari raya, Ray dicurigai oleh penjaga panti bahwa Ray telah mencuri kiriman parsel hari raya. Ia dipecuti oleh rotan dan dimaki dengan kata kata kasar oleh penjaga panti tersebut. Sebagai balasannya, Ray tidak diperbolehkan masuk ke dalam panti hingga ia mengakui perbuatannya.


Ray akhirnya memutuskan suatu rencana. Ia memang tidak akan mengakui kesalahannya tersebut. Ray beranggapan bahwa penjaga panti pantas menerimanya karena ia selalu mengambil keuntungan dari sumbangan dari para donatur panti.

Ray akhirnya melakukan pencurian terakhir di panti itu. Ia mencuri brankas uang milik panti. Pagi hari ketika seluruh penghuni panti termasuk penjaga panti sedang melaksanakan sholat, Ray mencuri brangkas itu dan segera pergi jauh. Tepatnya, ia pergi ke terminal.

Ternyata, uang yang ia dapatkan hanya beberapa lembar ribuan saja. Itu jelas karena pemilik panti telah menyetorkan uang tersebut ke bank. Ray kesal, tapi ia tak kehabisan akal. Ray mencoba mencari peruntungan dengan cara berjudi. Tak hanya berjudi, ia juga memalak dan mencopet. Kehidupan barunya di terminal dimulai dari sini.

Ray memiliki teman dekat bernama Diar. Diar bekerja sebagai pembersih kamar mandi umum di terminal. Ray beberapa kali memalak Diar untuk memberikannya uang. Pada suatu hari, Ray nekat mencuri uang supir bus yang saat itu sedang berada di dalam kamar mandi. Naas, pada saat kejadian, Diar-lah yang dituduh sebagai pencuri. Ia diamuk masa sehabis-habisnya.

Sementara Ray, ia kembali mencoba peruntungannya dengan uang supir bus yang tadi ia curi. Rehan kembali memenangkan perjudian itu. Sialnya, Ray mengalami nasib apes. Ia dicegat disebuah gang kecil dan ia dipalak oleh dua orang laki laki. Ray tidak mau memberikan uangnya. Ia akhirnya harus menerima bahwa perutnya ditikam oleh belati. Ia segera dibawa ke rumah sakit. Dan ketika sadar, ia telah berada di sebuah rumah sakit yang terletak di Ibu Kota. 

Setelah sembuh, Ray ditampung di sebuah tempat bernama Rumah Singgah. Tempat itu memiliki arti bagi Ray karena dari sana ia mendapatkan banyak sahabat bahkan keluarga baru. Kakak asuh yang mengelola rumah singgah itupun sangat baik pada Ray dan yang lain.

Hingga pada suatu hari, Ilham, salah seorang penghuni rumah singgah yang pandai melukis, berniat akan mengantarkan lukisannya ke sebuah gallery. Di perjalanan, ia dipalak oleh sekumpulan preman. Naas, lukisan itu dihancurkan oleh para preman tersebut. Ray yang mengetahui kejadian itu langsung menghajar preman preman tersebut sendirian. Ray menang. Namun, ia harus menerima konsekuensi dari kemenangannya tersebut pada hari hari berikutnya. 


“Tidak ada niat baik yang boleh dicapai dengan cara buruk, dan sebaliknya tidak ada niat buruk yang berubah baik meski dilakukan dengan cara-cara baik.” 

Ya, hari hari berikutnya seluruh anak anak singgah yang menjadi pelampiasan dendam akibat kemenangan Ray tersebut. Puncaknya terjadi pada saat Nathan yang ingin mewujudkan impiannya sebagai penyanyi hebat dan akan pergi ke audisi ajang pencarian bakat. Tapi, semua hilang karena di pertengahan jalan Nathan dikeroyok oleh para preman yang ingin balas dendam.

Apakah hidup ini adil? Itulah pertanyaan kedua Ray.

Ray yang merasa bersalah akhirnya memilih untuk melarikan diri. Ia pergi ke bantaran sungai dan menyewa gubuk kumuh serta bau disana. Ia kembali bekerja sebagai pengamen. Pada malam hari, Ray mendaki tower air di sebelah gubuknya untuk melakukan hal yang mendamaikan hatinya; menatap rembulan.

Source


Ray mendapat teman baru. Namanya Plee. Ia tinggal di sebuah rumah megah di samping tower air tersebut. Ray sering diajak mampir dan menginap di rumah itu. Plee mengajak Ray untuk berbisnis jual beli. Jual beli berlian yang dicuri maksudnya. Ray menyepakati tawaran tersebut.

Mereka merancang planning dengan sangat matang. Namun, mereka gagal karena kekeliruan mereka sendiri. Petugas menembaki kaki Ray. Beruntung Plee masih dapat membawa Ray dan menyembunyikan tubuhnya yang malang itu. Tanpa sengaja, Plee melihat secarik kertas koran berisi berita yang memuat masa kecil Ray. Plee terkejut dan mencoba memahami. Akhirnya, Plee menyerahkan diri ke Polisi dan berpura pura bahwa dialah yang mencuri. Rayhan tetap aman di tempat persembunyiannya.

Plee dijatuhi hukuman eksekusi mati. Pada saat hari hukuman mati berlangsung, Ray pulang kembali ke kampun asal ia berada. Disana ia memulai semuanya dari awal. Plee memilih untuk menjadi buruh bangunan. Kariernya menanjak karena ia cerdas dan rajin.

Disini, Plee juga bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Fitri. Namun, sangat disayangkan Fitri ternyata adalah wanita simpanan para pejabat. Fitri yang mengetahui bahwa Ray kecewa pada dirinya, mencoba untuk memberi penjelasan pada Ray. Hingga akhirnya Ray bisa menerima Fitri dan akhirnya mereka berdua menikah lalu hidup bersama.

Kisah cinta Ray tak berlangsung mulus. Fitri mengalami keguguran selama dua kali. Dan pada keguguran yang kedua itu, Fitri mengalami pendarahan dan meninggal dunia. Ia dikuburkan didekat kedua anak-anaknya.


“Apa pun bentuk kehilangan itu, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan”.

Kenapa takdir menyakitkan itu harus terjadi? Itulah pertanyaan ketiga Ray.

Ray pun memilih untuk tidak terlalu larut dalam kenangan lamanya. Ia memilih untuk menyibukkan diri dan menenggelamkan kehidupannya dalam bisnis dan karirnya. Ray membangun bisnis yang hebat. Ia kaya raya dan sangat sukses. 

Kenapa hidupnya masih terasa sangat hampa ketika ia telah menjadi kaya raya? Itulah pertanyaan keempat Ray.

Bisnis Ray perlahan mengalami penurunan dan Ray juga mengalami penipuan. Seorang kakek yang merupakan kolega dan senior bisnis Ray menawarkan bantuan tapi Ray menolak. Seketika itu, ia ingat bahwa dulu Plee pernah mengatakan ada sesuatu di dalam tower air itu. Ray akhirnya kembali ke tower yang berada di gubuk kumuhnya dulu. Ia menemukan berlian hasil curiannya. Rayhan pun bangkit dari keterpurukan bisnisnya. Ia mencoba membangun bisnisnya kembali.

Saat bersamaan, Plee mendengar kabar bahwa Vin, cucu dari kakek senior bisnisnya meninggal di usia 40 tahun. Vin belumenikah karena sebenarnya Vin menyukai Ray. Namun, Ray tidak akan pernah mencintai Vin karena ia hanya mencintai Fitri dalam hidupnya. Ray segera pergi melayat. Ia mengendarai mobilnya dengan sangat cepat dan menyerempet mobil lain yang membawa ibu hamil beserta suaminya.

Tiba di masa tua, Ray menderita berbagai komplikasi penyakit. Ray sering pulang pergi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Hingga akhirnya ia jatuh koma di usianya yang ke-60 tahun.

Kenapa ia bisa jatuh sakit seperti ini? Itulah pertanyaan kelima Ray.

Disaat masa koma itu datang, berbagai jawaban atas pertanyaannya dan kejadian yang tidak ia duga serta tidak pula ia ketahui muncul satu per satu. Ya, jawaban itu akhirnya muncul dan menyadarkan Ray.


“Ray semua itu hanya perbandingan. Otak manusia sejak lama terlatih menyimpan banyak perbandingan berdasarkan versi mereka sendiri, menerjamahkan nilai seratus itu bagus, nilai lima puluh itu jelek. Wajah seperti ini cantik, wajah seperti itu jelek. Hidup seperti ini kaya, hidup seperti ini miskin. Otak manusia yang keterlaluan pintarnya mengumpulkan semua kejadian-kejadian itu dalam sebuah buku besar, yang disebut buku perbandingan”.

Kelebihan
Sejujurnya, waktu nulis review ini saya sangat bingung mau menulis review apa karena novelnya memang bener bener bagus! Novel ini lebih memiliki banyak pesan pesan kehidupan dan jawaban akan pertanyaan kehidupan yang secara tak sadar kita pun pernah menanyakan hal serupa. Tentang apakah hidup ini adil? Apa itu cinta? Kenapa saya bisa seperti ini? Dan berbagai pertanyaan lainnya. Langsung baca novelnya deh guys.

Penulisannya lugas. Bahasanya pun cukup mudah dipahami meski ada beberapa kata yang jarang kita dengar. But, itulah kelebihan novel ini, bukan? Dengan mengetahui kata atau istilah yang jarang kita dengar, secara tidak langsung hal itu dapat menambah wawasan kita.

Walaupun alur yang digunakan adalah alur maju mundur, tapi bagi saya alur ceritanya cukup mudah dipahami. Akan ada banyak renungan kehidupan yang kita dapatkan melalui novel ini. Sudah jadi ciri khas Tere Liye selalu menuliskan pesan kehidupan di dalam buku  buku yang ia tulis.

Kekurangan
Bagi yang tidak terbiasa membaca buku dengan alur maju mundur, tentu akan sulit ketika membaca buku ini. Dan juga saya kurang suka dengan gambar cover buku ini. Agak gimana gitu ya? hehe. Tapi, semua itu tidak mengurangi apa yang menjadi kelebihan dalam novel ini kok! Yaa, makanya langsung baca gitu...

Kesimpulan
Overall, untuk Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye, saya beri rating 4,5/5. Yihaaa!! Buku ini akan menjadi best book saya sepanjang masa. Dan saking bagusnya buku ini, saya berencana akan mewariskan dan merekomendasikan buku ini pada saudara-keluarga-anak-cucu saya agar mereka dapat memahami tentang bagaimana semestinya kehidupan ini. Huaa, i love this book very very very muchh!


NB.
Saya akan menuliskan kutipan kutipan yang ada di novel ini tetapi di postingan yang berbeda. Saya tidak menuliskannya disini karena akan memicu terjadinya spoiler. Hehe



“... dan berbagai bagian yang tidak terjelaskan, semoga langit berbaik hati memberitahu. Kalaupun tidak, begitulah kehidupan. Ada yang kita tahu. Ada pula yang kita tidak tahu. "

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments