Pengalaman Bekerja Sambil Kuliah - Part 1

Februari 18, 2020




Sebenarnya aku hanya ingin menulis satu kali saja. Tidak perlu ada part-2, part-3, dan seterusnya. Tapi setelah mencoba untuk menuliskannya, aku rasa ceritanya perlu dibuat bersambung. Ingin ku ceritakan secara singkat, tapi aku takut kamu yang membacanya jadi tidak tau esensi dari tulisan ini apa. Aku juga takut kamu tidak bisa menangkap apa pelajaran dan hikmah dari pengalamanku ini. Jadi, aku akan menuliskan ceritanya secara bersambung. Belum tau apakah cukup jika hanya 2 part saja atau sampai 3-4 part? Ah, liat saja nanti...

KENAPA?
Image result for why
Source
Aku buka tulisan ini dengan kata KENAPA. Iya, kenapa? Kenapa memutuskan untuk mencari pekerjaan? Kenapa tidak fokus dengan kuliah saja? Atau kenapa tidak mencoba bergabung di organisasi lagi?

Jawaban atas kenapa ini banyak sekali. Tapi, hanya satu yang dapat mewakili dari semua jawaban; ketakutan akan masa depan. Iya, sebagai anak kuliah yang 'salah kaprah jurusan', perihal masa depan menjadi hal yang sangat krusial bagiku.

Semua berawal dari ketakutan yang aku rasakan tentang masa depan. Tentang aku, mahasiswa biasa yang sulit sekali mengerti hampir seluruh dari mata kuliah dan tak pernah luput dari kata remedial ketika ujian. Juga tentang Papa dan Mama yang selalu melayangkan harap bahwa anak perempuan mereka ini kelak setelah tamat kuliah dapat langsung bekerja di BUMN dengan gaji yang fantastis. Semua hal itu kerap membuatku sakit kepala.

Alasan lain sudah pasti karena faktor ekonomi. Kalau boleh jujur, ekonomi keluargaku sejak awal tahun 2019 lalu memang lagi nggak baik. Terutama ketika mama memutuskan untuk resign dan menjadi ibu rumah tangga. Dan saat ini sumber penghasilan hanya dari papa. Padahal, kondisi papa sendiri sudah tidak memungkinkan untuk bekerja karena umur beliau sudah hampir 60 tahun. 

Karena hal itu akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan. Karena hal itu juga, aku memutuskan untuk berhenti dari semua kegiatan organisasi atau komunitas.

Cerita Awal Mencari Pekerjaan
Image result for skill
Source
Awal-awal mencari pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Apalagi aku sama sekali belum punya pengalaman. Aku juga nggak punya skill yang hebat. Menulis? Aku memang suka menulis. Tapi jam terbangku di dunia kepenulisan masih sangat sedikit dan butuh improvisasi lebih. Yang ku tau, aku hanya ahli dalam bidang kuliner alias makan! Hahaha.

Nggak punya pengalaman atau skill yang mumpuni nggak membuatku langsung nyerah gitu aja. Aku tetep usaha cari loker yang kira-kira kualifikasinya bisa aku penuhi. Rata-rata loker yang aku apply di awal-awal itu ada di posisi admin dan waiters. Karena dua posisi itu yang ngebolehin lulusan SMA. Oh iya, aku juga apply loker sebagai guru bimbel gitu. Intinya semua kerjaan yang sifatnya part time atau yang ngebolehin lulusan SMA, pasti aku apply.

Sebulan, dua bulan, ga ada kabar dari lamaran pekerjaan yang aku apply. Beberapa lamaran itu aku follow up, tapi beberapa lainnya aku biarkan saja. Meski udah aku follow up, hasilnya nihil. Aku gak diterima di manapun. Lamaranku ditolak. Duh, atit hati dedek bang! :(

Aku sempat bertanya kepada salah satu perusahaan yang pernah aku lamar. Aku tanya kira-kira apa alasannya lamaranku ditolak? Dan mereka menjawab, "Karena kamu masih kuliah. Meski pekerjaan ini bisa shift, tapi kami tidak menerima yang masih kuliah. Takut kalau tidak bisa komitmen."

Sedih banget kalo inget-inget saat itu. Padahal udah ngebet banget pengen dapet kerjaan. Ditambah lagi karena ga ikut organisasi apapun, aku jadi ga ada kegiatan di rumah. Pulang kuliah langsung pulang atau ke perpustakaan. Sesekali pergi ke toko buku juga. Karena ga ada kegiatan, akhirnya aku muter otak gimana caranya biar aku bisa ngerjain sesuatu yang ada dampaknya terutama masa depan.

Dan dari sinilah petualangan itu akan dimulai.

(bersambung ke part-2)

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

6 comments

  1. hambatan yang paling sering ditemui waktu nyari kerja yaa status mahasiswa ini, kebanyakan loker aturannya begitu, aku aja nyari kerjaan waktu kuliah ini ganemu, belum juga bisa ngasih lamaran, syarat diterima aja aku udah jauh.

    dijari kebanyakan wanita, padahal kerjaannya udah pas banget sama aku.

    intinya jangan menyerah wkwk, kutunggu part 2 nya, btw blog nya keren, udah aku follow

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, huhu. btw makasih udah visit dan follow yaa kak :)

      Hapus
  2. Semangat. Sayapun juga begitu dahulu. Tulisannya menginspirasi.

    BalasHapus
  3. Keren banget dari kuliah udah berusaha cari income. Aku belum baca part selanjutnya, tp mungkin kalau lg kuliah apply kerjaan yg bisa remote misal Appen.com dan web crowdsourcing lainnya. Atau jd micro influencer, per post IG lumayan 100an. But still dont know your journey yet. And appereciate bgt tekad kamu buat mandiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah masukan yang bermanfaat ini Kak...

      Seneng baca tukisan nnya seneng juga ada yg share kaya ginian.

      Hapus