Mengapa Yang Tak Pernah Terjawab

Desember 07, 2019

Mengapa?


Mengapa kamu tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan.
Katamu, aku egois.
Mementingkan diri sendiri.
Mungkinkah kamu belum menyadari bahwa kamu juga yang telah membentuk 'karakter'-ku selama ini?

Mengapa?

Mengapa aku selalu dipaksa untuk tidak menangis.
Untuk tidak mengatakan kata lelah.
Untuk tidak mengatakan kata capek.

Mengapa?
Bukankah manusia pantas untuk merasakan berbagai emosi? Bukankah menangis juga salah satu bentuk dari emosi? Lantas mengapa?

Mengapa aku selalu dipaksa untuk menjadi kuat.
Bahkan kamu sendiri pun tak pernah menguatkan aku.
Jangankan untuk menguatkan, memberi support pun tidak.

Mengapa?
Mengapa aku tak pernah bercerita kepadamu?

Kamu, kamu selalu saja menyalahkan aku. Belum selesai aku berkeluh kesah, kamu sudah menyodoriku dengan berbagai ungkapan yang seharusnya tidak aku dengar dari bibirmu. Aku selalu takut untuk mengadu. Aku selalu ragu untuk bercerita. Kamu selalu menyalahkan aku tanpa pernah menyadari bahwa aku juga manusia biasa. Kesalahan sudah pasti aku lakukan. Tapi kamu, selalu menunjukkan sikap bahwa aku tak boleh melakukan kesalahan.

---

Aku juga tak pernah menginginkan untuk ada di sini. Aku juga tak pernah memilih untuk dilahirkan. Andai aku dapat memohon pada Tuhan, aku juga tidak mau berada di sini. Aku tidak mau hidup. 

Terkadang aku berpikir, bagaimana jika lebih baik aku tidak ada di dunia? Bagaimana jika aku meninggalkan dunia secara paksa bahkan sebelum Tuhan benar-benar memanggilku. Bagaimana?

Sayangnya, aku terlalu takut dosa. Sudah banyak dosa yang dilakukan. Bertaubat saja belum tentu diterima.






Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments