Aladdin 2019, Dari Patriarki hingga Rasa Percaya [Review Film]

Mei 28, 2019


Judul : Aladdin (2019)
Sutradara : Guy Ritchie
Aktor : Will Smith, Naomi Scott, Mena Massoud
Waktu : 128 menit

Trailer


Aladdin (2019) merupakan film live action yang diadaptasi dari salah satu animasi disney tahun 1992. Dengan Mena Massoud yang berperan sebagai Aladdin, Naomi Scott sebagai putri Jasmine, dan Will Smith sebagai Genie yang berperan banyak untuk masa depan mereka berdua.

What?

Di suatu tempat bernama Agrabah, hiduplah seorang pemuda miskin yang hidup sebatang kara  bernama Aladdin ditemani seekor monyet kesayangannya yang ia panggil dengan nama Abu. Di Agrabah, Aladdin dikenal sebagai pencuri ulung. Ia mampu mencuri suatu benda tanpa diketahui pemiliknya.

Saat Aladdin berada di pasar, ia bertemu dengan seorang wanita yang ternyata adalah Putri Jasmine. Saat itu Putri Jasmine sedang menyamar menjadi warga biasa yang tengah berjalan di pasar. Tak disangka, pada pertemuan pertama itu Aladdin jatuh cinta pada Putri Jasmine.

Related image
source

Putri Jasmine sendiri adalah seorang putri Sultan yang masih terjerat oleh adat dan aturan kerajaan. Menurut aturan kerajaan, seorang putri Sultan cukuplah melihat keadaan tanpa harus didengar. Saat itu, budaya patriarki masih sangat lekat di Agrabah.

Related image
source
Hingga akhirnya, Aladdin bertemu dengan Jafar, seorang Perdana Menteri dan pergi ke gua. Saat di gua itulah Aladdin bertemu dengan Jin berwarna biru yang ternyata keluar dari sebuah lampu yang ia ambil. Jin tersebut bernama Genie. Genie mengatakan bahwa ia akan mengabulkan tiga permohonan Aladdin. Sejak saat itu, petualangan Aladdin untuk menemui pujaan hatinya dimulai.

Image result for aladdin 2019

Why?

Pada hari Jumat yang lalu, saya berkesempatan untuk menonton salah satu film live action yang digarap oleh Disney Studio bersama salah seorang teman saya. Saat itu, percayalah bahwa saya bahkan belum pernah menonton film animasi Aladdin yang tayang pada tahun 1992. Saya tidak tau bagaimana jalan cerita yang akan terjadi. Tapi, saat itu saya yakin bahwa film ini sepertinya bagus dan sesuai dengan ekspetasi saya. Btw, Apakah ada lagi yang belum menonton Aladdin versi animasi? >,<


Image result for aladdin 2019
source

Jadi, salah satu alasan mengapa saya mau menonton film ini awalnya karena perasaan yakin dan tentu rekomendasi dari teman. Ditambah rasa penasaran saya terhadap kisah yang terjadi antara Aladdin dan Putri Jasmine.

My Impression


IT WAS AMAZING!!

Saya takjub dengan film live action dari Aladdin ini. Perpaduan drama, musik dan juga visualnya sangat mendukung. Belum lagi percakapan percakapan receh antara Genie dan Aladdin. Juga beberapa isu dan pesan moral yang disampaikan melalui film ini.

Dilihat dari perpaduan adegan drama dan musikalnya, saya suka ketika dimana Pangeran Ali alias Aladdin datang ke istana Sultan yang diiringi tarian meriah. Belum lagi kehadiran Genie yang turut ikut menari membuat suasana semakin meriah.

Image result for aladdin 2019
source

Dalam film ini, seharusnya lagu A Whole New World menjadi sentral dari setiap musik yang diputar. Sayangnya, saya pribadi justru lebih menyukai lagu berjudul Speechless yang dibawakan oleh Naomi Scott. Entah mengapa, saya merasa lagu Speechless ini membawa semangat dan energi baru terutama bagi kaum perempuan. Yeaay!



Yang menarik bagi saya adalah semangat Putri Jasmine untuk melawan budaya patriarki yang kala itu melekat kuat di Agrabah. Putri Jasmine dikurung oleh Sultan dalam kurun waktu yang cukup lama. Meski dikurung, Putri Jasmine tetap semangat belajar dengan banyak membaca banyak buku.

Image result for aladdin 2019
source

Satu lagi adegan yang saya suka adalah ketika Jafar berhasil menukar kedudukannya dengan Sultan. Saat Putri Jasmine akan dikurung, ia berani melawan dan menyuarakan aspirasi dan haknya. Seriously, ini adegan yang power-nya kebangetan dan bikin geram sekaligus sangat saya sukai.

Nilai persahabatan antara Genie dan Aladdin juga bagus sekali. Walau di pertengahan cerita Aladdin dan Genie sempat bertengkar, tapi pada akhirnya mereka kembali menjadi teman dekat. Dialog receh dari Genie juga membuat saya tertawa dan terhibur ketika menonton film ini.

Image result for aladdin 2019
source

Oh ya, kalau di Avengers - End Game terkenal akan kalimat I Love You 3000x, maka pada film live action Aladdin ini kita akan akrab dengan kalimat Do you trust me? Sebuah kalimat yang mengisyaratkan bahwa Kau Harus Percaya Padaku Apapun Yang Terjadi. 

***

Untuk film live action Aladdin ini, saya beri bintang 8.5/10! Film ini recommended untuk ditonton bersama sahabat atau rekan kerja. Tapi kalau mengajak adik dan keluarga saya gak berani recommend karena di dalam film ini masih terdapat adegan kiss yang belum pantas dilihat. Bahkan saya sendiri pun masih menutup mata pas ada adegan itu haha

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

12 comments

  1. wau teringin sangat nak tengok cerita ni bebb. tapi husbnad pulak taknak tgok.. ala sedih betulla. huihui.

    BalasHapus
  2. Disney memang selalu bikin terpesona dengan film2nya, kudu nonton nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbak, yang Aladdin ini dabest banget sih produksinya, powerfull gitu suasana filmnya :D

      Hapus
  3. Saya nonton film animasinya dan juga live actionnya. Dan ... yang live action ini lebih politically correct, misalnya tidak merendahkan budaya timur tengah dan mengedepankan kesetaraan gender. Sama juga, saya paling suka lagu Speechless dan adegan di lagu tersebut. Lagu dan adegan ini tidak ada di film animasinya, tapi justru lagu ini yang menunjukkan bahwa film ini modern dan sesuai dengan perkembangan jaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bener banget mbak. Justru banyak yang suka lagu speechless dibanding a whole new world karena makna lagunya kena dengan perkembangan saat ini

      Hapus
  4. Memang banyak masyarakat yang akhirnya lebih suka Speechless. Cuma A New Whole World juga nggak kalah keren.

    Anyway, di film ini, untuk plot cerita masih sama ya Kak... Cuma penyajiannya yang bikin terpesona, apalagi Smith... Wow... He's a cute Genie.

    BalasHapus
  5. hiks pengen nontoooonnnn..
    Tapi atuhlaaahhh, saya ama anak bagaikan prangko, lengket mulu gak mau lepas, mau ajak anak lah kok filmnya 13 tahun ke atas.

    Kayaknya nunggu streaming aja, atau DVDnya keluar hahahaha
    Pak suami juga mupeng, sayang kami gak punya waktu sekadar gantian jaga anak, biar masing2 bisa nonton hiks

    BalasHapus
  6. Keren nih mbak filmnya, meski judulnya Aladdin, saya sukanya putri Jasmine, sebagai sesama wanita jadi semacam terinspirasi :D

    BalasHapus
  7. good post 😊 would you like to follow each other? if the answer is yes, please follow me on my blog & i'll follow you back. https://camdandusler.blogspot.com

    BalasHapus
  8. Film yank sangat luar biasa

    BalasHapus