Kutipan Novel Komet Minor - Tere Liye [Book Quote]

April 28, 2019



Review buku Komet Minor dapat dibaca di sini ya! 


"Tugas Paman Kay dan Bibi Nay adalah menjaga portal menuju Klan Komet Minor. Bukan mengalahkan siapa pun, Seli.  Bahwa mereka terlalu bijak karena melakukan hal-hal yang kita sangkakan, itu adalah keputusan terbaik. Bagi mereka, hal buruk yang terjadi boleh jadi adalah hal terbaik bagi dunia pararel. Dan sebaliknya, hal yang kita sangka baik, ternyata bagi mereka akan buruk sekali dampaknya bagi keseimbangan dunia pararel."


"Kalian bertarung dengan kompak.  Saling mengisi, saling melindugi, saling menyerang bersama-sama, bertahan bersama-sama.  Tapi itu tidak cukup.  Untuk bisa memenangkan pertarungan, kalian harus lebih kuat, lebih cepat."


“Kita tidak akan bertahan lama jika hanya menyerang tanpa rencana.”


"Akan tiba masanya kalian benar-benar menghadapi pertarungan hidup-mati, dan Tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan kalian kecuali diri sendiri."


“Untuk seseorang yang sudah bertualang ke banyak klan, kelakuanmu justru norak, Ali. Apa pun makanan yang tersedia, kamu makan saja bukan mengomentarinya.  Apalagi kamu sibuk sampai foto-foto, itu norak sekali.  Seperti penduduk klan kalian yang suka pamer sedang makan apa.”


"Siapa pula yang akan lapar melihat teman terbaik sedang berjuang habis-habisan antara hidup dan mati?"


"Kamu tidak perlu mencemaskan banyak hal, cukup lakukan yang terbaik."


"Kita tidak bisa memilih akan terlahir seperti apa, tapi kita bisa memilih mau menjadi teman-teman terbaik atau tidak.” 


"Saat aku benar-benar bersiap melepas kepergian teman terbaikku, ternyata dia kembali."


"Tidak masalah kita kalah satu-dua pertandingan, atau malah kalah berkali-kali, tapi pastikan kitalah yang tetap berdiri tegak di akhir semua kisah."


"Ingatlah selalu, akan ada selalu kabar baik setelah kabar buruk."


“Hanya karena kita tidak suka dengan hasilnya, bukan berarti kita tidak bisa respek atas sebuah pertarungan, Seli. Kita selalu bisa menghormati musuh-musuh kita."


“Di seluruh peradaban mana pun, keluarga adalah kuncinya. Lewati ujian ini, maka aku bisa mempercayai kalian.” 


"Apa itu definisi keluarga?  Aku tidak tahu. Aku lebih memilih menjalaninya."


"Tidak masalah mundur satu-dua langkah demi bisa maju ribuan langkah....”


"Ali, selalu dengarkan Seli dan Raib. Jadilah petualang antarklan yang baik.  Selau percaya pada teman-temanmu."


"Kita tidak pernah tahu akibat yang telah kita perbuat Entre. Apa dampaknya ke kehidupan berikutnya dan berikutnya lagi.  Hanya karena sesuatu itu terlihat buruk, tidak otomatis jadi buruk betulan. Pun sebaliknya, hanya karena sesuatu terlihat baik, tidak otomatis memang baik sesungguhnya. Mungkin saja ada hikmah yang tersembunyi, yang tidak kita pahami. Biarlah dunia pararel menjaga keseimbangannya."

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments