Refleksi Hari Buku Sedunia; Dari Pembajakan Buku Hingga Peredaran e-Book Ilegal

April 23, 2019



23 April dikenal sebagai Hari Buku Sedunia [World Book Day]. Penetapan Hari Buku Sedunia ini diinisiasi oleh UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) pertama kali pada tanggal 23 April 1995 silam.

Berbicara mengenai buku, buku adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan kita sebagai manusia. Berbagai jenis ilmu pengetahuan untuk mengembangkan dunia terangkum dalam sebuah benda bernama buku. Tanpa buku, kehidupan manusia akan hampa dan tidak jelas arah pergerakannya.

Ada beberapa peristiwa yang ingin saya bahas sebagai bahan refleksi untuk memeringati Hari Buku Sedunia di 23 April 2019 ini. Peristiwa yang cukup menggemparkan dalam dunia perbukuan dan membutuhkan kepedulian dari kita semua.

Image result for world book day
Source

Pembajakan Buku


Image result for buku bajakan
Buku Bajakan VS Buku Original (Source)

Setahun yang lalu, saya menemukan beberapa online book store di salah satu market place. Saat itu saya tertarik dengan harga buku yang ditawarkan. Toko tersebut menjual buku buku novel dengan kisaran harga Rp20.000,00,- hingga Rp40.000,00,- per satu eksemplar bukunya. Harga yang fantastis murah jika dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh toko buku offline maupun toko buku indie.

Karena murah, saya berencana untuk membeli beberapa buku di online store tersebut. Namun, saya belum membayar buku tersebut karena masih ada beberapa keraguan terhadap buku yang akan saya beli. Saya langsung melihat dan membaca ulasan dari para pembeli buku di online book store tersebut. Betapa terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa buku buku itu merupakan buku bajakan.

Image result for buku bajakan
Source

Semua orang punya persepsinya masing masing mengenai buku bajakan ini. Ada yang dengan terang-terangan mendukung, ada yang lebih memilih untuk membeli buku original saja, dan ada pula yang tidak peduli dengan keberadaan dari buku bajakan ini.

Saya lebih sepakat dengan orang orang yang lebih memilih buku original ketimbang buku bajakan. Membeli buku bajakan artinya sama saja dengan tidak menghargai karya dan ide dari penulis. Selain itu, pihak penerbit buku juga turut dirugikan.

Ketika kita membeli buku bajakan, keuntungan dari penjualanan buku tersebut tidak turut dibagikan pada penulis maupun penerbit. Keuntungan penjualanan 100% hanya untuk sang penjual. Itulah mengapa hal ini sangat berdampak merugikan untuk penulis dan juga penerbit buku.

Tidak dimungkiri bahwa keterbatasan ekonomi adalah faktor pemicu dari aktivitas jual beli buku bajakan ini. Harga buku yang kian hari kian mahal membuat sebagian masyarakat lebih memilih untuk membeli buku bajakan. Saya juga mengakui bahwa terkadang harga beberapa buku tidak masuk akal. Ada buku dengan halaman tipis tapi memiliki harga lebih dari 100-ribuan. Buku buku bacaan pun kini dibandrol dengan harga rata rata di atas 60-ribuan.

Related image
Serupa Tapi Tak Sama (Source)

Sebenarnya, ada beberapa opsi lain yang bisa kita pilih agar kita tetap bisa membaca/mendapatkan buku dengan harga murah tanpa harus membeli buku bajakan.

Pertama, kita dapat membaca/meminjam buku dari perpustakaan atau taman bacaan yang tersedia. Perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, ataupun perpustakaan daerah adalah tempat yang bisa kita manfaatkan sebagai sarana untuk mendapatkan buku tanpa mengeluarkan biaya apapun. Selain itu, saat ini telah banyak taman bacaan yang digerakkan oleh perseorangan maupun komunitas literasi di berbagai daerah.

Image result for perpustakaan nasional
Perpusnas RI (Source)

Kedua, apabila buku yang ingin kita baca tidak tersedia di perpustakaan/taman bacaan offline, kita dapat mencarinya melalui perpustakaan online. Saat ini, pemerintah sudah menyediakan aplikasi perpustakaan online yang dapat digunakan oleh masyarakat umum Indonesia. i-Pusnas, i-Jak dan i-Kaltim adalah beberapa aplikasi perpustakaan online yang bisa diakses melalui handphone ataupun laptop. Sejauh ini, saya menggunakan i-Pusnas karena koleksi bukunya yang cukup lengkap dibanding aplikasi lainnya,



Dengan melakukan kedua hal tersebut, secara tidak langsung kita turut memerangi kejahatan di bidang pembajakan buku.

Yuk, mulai hari ini kita dukung para penulis agar semakin bersemangat dalam menciptakan suatu karya dengan tidak turut serta membeli buku bajakan!

Image result for buku bajakan
Source

e-Book Ilegal


Image result for illegal
Source

Saya kira buku bajakan adalah satu-satunya hal yang dapat merugikan dunia perbukuan. Pada kenyataannya tidak. Peredaran e-Book di dunia maya yang sifatnya ilegal ternyata telah menjamur sekitar kurang lebih satu tahun terakhir ini.

Saya mengetahui hal ini dari teman saya yang memberi informasi bahwa beliau memiliki banyak file buku buku baik terbitan lama maupun baru yang tersedia dalam bentuk e-Book baik pdf maupun djvu. Ia mengatakan bahwa semua file itu ia dapatkan dari grup whatsapp dan square line secara gratis dan cuma-cuma.

Sebenarnya, saya pun dulu juga pernah mengunduh e-Book yang tersebar luas di dunia maya. Tak peduli ilegal atau tidak, saya tetap mengunduhnya. Namun, saat ini saya sudah sadar dan mengetahui bahwa mengunduh e-Book yang sifatnya ilegal adalah tindak kejahatan yang paling kejam dalam dunia perbukuan. Kita mengunduh e-Book tersebut secara gratis sedangkan penulis dan penerbit sama sekali tidak mendapatkan royalti yang sebenarnya adalah bagian dari hak mereka.

Image result for ebook yang ilegal
Source

Saya tidak lagi mengunduh eBook yang sifatnya ilegal dan merugikan. Sebagai gantinya, saya tetap mengunduh e-Book yang sifatnya legal dan memang diperuntukkan untuk diunduh oleh khalayak umum. Biasanya, saya mengunduh e-Book di situs Guttenberg yang Insya Allah menurut beberapa sumber situs tersebut legal dan eBook-nya memang diperbolehkan untuk diunduh. Selain itu, daripada membuang kuota dan memori untuk menyimpan e-Book, lebih baik unduh aplikasi iPusnas atau Gramedia Digital yang menyediakan berbagai buku dalam format e-Book.

*****

Hari Buku Sedunia jangan hanya dijadikan sebagai euphoria belaka yang mengisi dunia perbukuan. Masih banyak PR yang harus kita selesaikan terutama di Indonesia, negeri kita saat ini. Adanya buku bajakan dan peredaran eBook ilegal hanyalah sekelumit problematika yang harus kita selesaikan setidaknya dari diri kita sendiri terlebih dulu. Problematika utama dalam dunia perbukuan adalah tentang bagaimana membaca buku tidak hanya menjadi kewajiban, melainkan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap insan. Dan problematika itu bisa turut kita selesaikan dengan cara memulai dari diri sendiri.

By the way, Selamat Hari Buku Sedunia!

Image result for hari buku sedunia
Source

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

11 comments

  1. keinget dulu pernah ditunjukkan sama temen tempat beli buku murah termasuk novel terkenal. awalnya gak percaya dan ternyata bener ada harganya 20 ribu. gak curiga sih pas beli. makin lama cari tahu eh rupanya itu buku bajakan. karena tampilannya nyaris sama dengan yg aslinya harganya bisa 70 ribuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget mbak. Tapi dari segi kualitas pasti bagusan ori , yang bajakan kan fotokopian, sampulnya suka lepas lepas.

      Hapus
  2. Miris ya...

    Aku pasti juga sedih klo bukuku di bajak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, udah susah susah buatnya yah mbak.. Eh malah dibajak :')

      Hapus
  3. gk bisa di pungkiri harga buku ori memang mahal..tp lebih puas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Dan itu juga salah satu cara menghargai ide penulis dan jg jerih payah penerbit hehehe

      Hapus
  4. Buku di Indonesia masih mahal tapi sebenarnya masih bisa dijangkau jika memang niat untuk membeli dan membaca.

    Selamat Hari Buku Nasional.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh salah, Selamat Hari Buku Sedunia.

      Semoga kita semua semakin rajin membaca buku.

      Hapus
  5. Wah keren, selamat hari buku :)

    BalasHapus