A Quiet Place - Ketika Diam Berujung Kematian [REVIEW FILM]

April 05, 2019

Apa jadinya bila suara yang kita keluarkan ternyata mampu mengantarkan kita pada maut? Hal inilah yang terjadi pada film garapan John Krasinski yang berjudul A Quiet Place.


Film A Quiet Place lebih berfokus pada hal mengenai bagaimana cara survive di dunia yang sudah hancur karena serangan makhluk mengerikan. Makhluk tersebut akan menyerang manusia hanya dengan mendengarkan suara mereka. Mereka ini menyerang secara spontan dan manusia yang terkena serangannya akan tewas tercabik tanpa ada kesempatan untuk berlindung atau melawan.

Tidak ada twist atau kejadian yang menegangkan layaknya film horror seperti biasanya. A Quiet Place lebih menunjukkan sisi yang mencekam dan kelam. Yang membuat A Quiet Place berbeda dengan film lainnya adalah sebagian besar isi diceritakan dalam suasana yang sunyi.




Film ini diperankan sendiri oleh Krasinski sebagai ayah dan Emily Blunt sebagai Ibu. Menariknya, mereka berdua juga sepasang suami istri sah di dunia nyata. Oleh karena itulah, chemistry yang terbentuk antara mereka berdua sangat lekat. Selain itu, Millicent Simmonds yang berperan sebagai anak perempuan sulung ternyata merupakan penderita tunarungu sehingga penampilannya di film ini akan terlihat totalitas.

Ketika lo nonton film ini, lo bakal ngerasain kalo film ini cukup bermain dengan emosi kita. Unsur dramanya yang cukup kuat disertai banyak pesan moral seperti persahabatan, rela berkorban hingga kepercayaan yang bisa kita petik pelajarannya untuk dapat diterapkan dalam kehidupan kita. Nah, A Quiet Place ini lebih menitikberatkan ceritanya melalui emosi ini. Bukan dengan bagaimana melawan makhluk mengerikan tersebut.

Sensasi kesunyian gak cuma lo dapatkan di film. Ketika lo nonton film ini di bioskop, gak jarang satu bioskop itu malah ikut-ikutan gak bersuara saking mereka benar benar menikmati jalannya cerita ini. Pokoknya bener bener sunyi!

"If they hear you,
They hunt you."

Walau film ini dikenal karena kesunyiannya, bukan berarti A Quiet Place tidak ada suara sama sekali loh. Masih ada efek suara yang dapat kita dengar sebagai pendukung agar film ini terasa lebih mencekam. Selain itu, A Quiet Place juga menyediakan subtitle yang akan langsung menerjemahkan maksud dari bahasa isyarat yang mereka gunakan untuk berkomunikasi.

Sayangnya, menurut gue ending dari cerita ini cukup menggantung. Lalu, ada beberapa kejadian di film yang menurut gue gak logis alias ga sesuai dengan realita yang ada. Salah satunya tentang paku yang ada di tangga. Apa mereka gak tau kalau ada paku yang tersangkut di tangga yang akibatnya dapat berujung bahaya? Hmm, namanya juga film.

Finally, gue kasih rating 7.8/10 untuk A Quiet Place. Gue suka dengan akting dan premis dari ceritanya. Survive di lingkungan yang masih boleh bersuara saja kadang terasa berat, apalagi kalau disuruh survive di lingkungan yang sama sekali tidak boleh mengeluarkan suara?

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

6 comments

  1. Lambaian Aksara5 April 2019 19.18

    Aargh gila kayaknya. Harus nahan suara biar gak tercabik. Kwkw bkin greget pas nonton😂

    BalasHapus
  2. Wkwk, iya greget banget tuh sampe sampe makan popcorn harus diemut :D

    BalasHapus
  3. tahun lalu udah nonton ini, dan greget nya pas semua jadi hening muncul tuh monster wkwk

    BalasHapus
  4. Wkwk, pasti satu bioskop jadi sunyi ya gan

    BalasHapus
  5. Wah film A Quiet Place ini udah ada dari tahun lalu di memory sy, tapi belum ditonton" sampai sekarang, hmm tonton gak ya??

    BalasHapus