Kutipan Novel Kata - Rintik Sedu [BOOK QUOTES]

April 12, 2019



Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta. " (Binta).


“Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini diluar kendaliku.”  (Nug).


“Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu. Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa, lewat sebuah ciuman perpisahan. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku.” (Biru).


"Kura kura itu makhluk paling beruntung di muka bumi. Jalan mereka lambat seolah sedang mencuri kenangan. Mereka bisa mencuri waktu lebih lama. Mereka gak pernah lomba menjadi juara. Mereka sudah cukup bahagia dengan langkah lambat yang mereka punya."


"Bagiku cinta itu seperti iklan di tv. Cuma bagus di TV. Aslinya sih biasa saja, mengecewakan."


"Aku selalu ingin berada dalamasalah, supaya semakin tidak ada celah untuk berkenalan dengan namanya cinta apalagi true love kiss. Itu cuma dongeng, Nug. Cinta yang ada di bumi tidak seindah cerita putri tidur yang berakhir bahagia. Aku cuma malas berurusan dengan sesuatu yang menjanjikan kebahagiaan. Padahal kepedihan akan segera menyusulnya."


"Di dunia ini aku tidak pernah diterima dengan baik. Mungkin aku salah planet. Harusnya aku dilahirkan di dunia yang tidak pernah mengenal cinta. Coba saja kamu ini alien, Nug. Mungkin pemikiran kita akan sejalan."


***  "Waku itu aku pernah nanya sama seseorang, mengapa laki laki dan perempuan bisa jatuh cinta, tapi ia tidak jawab.

Karena peterpan saja butuh tinkerbell, Ta. Peterpan gak bisa hidup sendiri walau dia bisa terbang." ***


"Dunia boleh menyeramkan, Nug. Tapi duniamu tidak boleh ikut menyeramkan."


"Terlalu cemas dengan hal yang gak perlu dikhawatirkan itu gak ada gunanya."


*** "Aku tahu, Nug.

Tapi, kamu gak mau mengerti." ***


"Dengan kita menggunakan sesuatu yang sudah tidak ada lagi di masa yang baru, bukan berarti kita kuno. Tapi kita menghargai sejarah."


"Ta, kamu tahu gak. Burung dara itu tidak memiliki empedu. Jadi, mereka gak pernah menyimpan kepahitan. Mereka bukan makhluk pendendam."


*** "Nug mau nemenin Binta ke segitiga bermuda?"

"Binta mau ngapain di sana?"

"Tenggelam."

"Aku tidak ingin tenggelam bersamamu. Ta. Kalau kamu memang ingin tenggelam. tenggelam saja, boleh kok. Tapi aku tidak ikut, nanti yang menyelamatkanmu siapa?" 

Kita tenggelam saja sama-sama. nanti kita akan berada di ujung dunia  yang tidak ada manusianya. Paling hanya ikan paus." ***


"Binta mau cerita tentang seorang yang beberapa hari lalu Binta ceritakan ke Mama. Namanya Nugraha. Tidak tahu pasti maksud dia apa. tapi dia selalu menggangguku. Menurut Mama, dia mau apa? Karena kalau dipikir-pikir, tidak ada yang bisa ia dapatkan dari Binta. Lalu untuk apa dia ngotot ingin jadi teman? Aku tidak mau dia masuk ke dalam dunia Binta. Ma. Binta takut dia kecewa setelah tahu apa yang ada di dalamnya."



"Aku nggak tahu masa latu apa yang tega menyakitimu sampai kamu terlalu takut untuk memberi sedikit ruang untuk orang lajn, dan aku juga nggak bisa menyembuhkan luka yang terlanjur ada pada perasaanmu. api aku bisa memberimu warna dan cerita yang baru asal kamu mengizinkannya."

*** "Aku menyukaimu, Ta."

Binta menelan ludah. Ya terus aku harus gimana?"

"Yaaa. kamu harus siap-siap."

"Untuk apa?"

"Untuk kucintai. Soalnya aku sudah menyukaimu dan setelah itu pasti prosesnya berubah jadi mencintaimu. Walaupun sebenamya aku sudah siap. sih. kalau harus jatuh cinta denganmu. Kamunya yang juga harus siap dicintai sama orang yang karnu benci setengah." ***



"Pokoknya. Binta harus selalu kuat. Oh iya. satu lagi. Skizofrenia itu hadiah dari Tuhan. Jadi jangan marah sama Tuhan karena Dia nga­sih kondisi mamamu seperti itu. Justru itu tanda cinta Tuhan kepada mamamu. Ta. Jangan pernah dijadikan beban. ya?" 



*** "Bagaimana. Nug? Bagaimana kal.au tidak ada yang kosong? Bagai­mana kalau tidak ada ruang yang tersisa untukmu? Kamu tahu, aku tidak akan pernah bisa memberikan hatiku seutuhnya. Kamu tahu. kamu sedang berdiri di tepi jurang yang akan membunuhmu. Kumohon, Nugraha. jangan mencintaiku."

Wajah Nug berubah muram, seperti cahaya lampu yang pertahan meredup. "Kali ini. aku nggak suka kamu banyak bicara" 

"Ketidakpercayaanmu me­nyakitiku. Ta. Padahal. aku nggak minta balasan perasaan. cuma sebatas keyakinan, dan ternyata kamu nggak" ***

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments