Five Feet Apart - Ketika Cinta Terpisah Jarak Satu Setengah Meter [REVIEW BUKU]

April 17, 2019

Bisakah kau mencintai seseorang yang tak bisa kau sentuh?



Judul Buku: Five Feet Apart (Satu Setengah Meter)
Penulis: Rachael LippincottMikki Daughtry, Tobias Iaconis
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 288 Hlm
ISBN : 9786020623788
Rate: 3,8/5

BLURB

Bisakah kau mencintai seseorang yang tidak bisa kau sentuh? Stella Grant suka memegang kendali. Hanya satu yang tak bisa dia kendalikan, yaitu penyakit fibrosis kistik yang membuatnya keluar masuk rumah sakit. Pada titik tersebut, yang harus Stella lakukan adalah menjauhkan diri dari siapa pun atau apa pun yang mungkin bisa menularkan infeksi dan menggagalkan transplantasi paru-paru. Terpisah dua meter. Tidak ada perkecualian.

Satu-satunya hal yang ingin Will Newman kendalikan adalah keluar dari rumah sakit. Dia tidak peduli terhadap rangkaian perawatan penyakit fibrosis kistik, juga tidak peduli dengan uji coba obat klinis baru. Lagi pula, sebentar lagi Will akan berusia delapan belas tahun. Itu artinya dia punya kendali atas dirinya dan bisa pergi untuk melihat dunia, bukannya terkungkung selamanya di rumah sakit. Will merupakan sosok yang jelas-jelas harus Stella jauhi. Begitu Will bernapas di dekat Stella, gadis itu bisa kehilangan tempat dalam daftar transplantasi paru-paru.

Bahkan, salah satu dari mereka bisa mati. Satu-satunya cara agar mereka tetap hidup adalah dengan tetap terpisah—menjaga jarak. Namun, seiring waktu, terpisah dua meter terasa bukan seperti antisipasi keselamatan hidup mereka. Terpisah dua meter adalah hukuman. Namun, bagaimana kalau Stella dan Will bisa mencuri sedikit ruang? Bagaimana jika jarak yang terbentang di antara mereka cukup satu setengah meter saja?



****

Sewaktu gue membaca Five Feet Apart, gak ada hal yang terlalu istimewa dalam novel ini. Bagi gue, novel ini mirip mirip dengan novel sicklit lainnya. Yang membedakan novel ini dari novel sicklit lainnya adalah tema penyakit yang diambil oleh si penulis.

Namun, ada satu hal yang membuat gue cukup untuk menyukai novel ini. Cerita perjuangan Stella untuk mendapatkan paru paru baru, juga perjuangan Will dan Poe untuk dapat sembuh meski di akhir cerita ada satu insiden tak terduga menimpa Poe. 

Novel ini diceritakan menggunakan sudut pandang Stella dan Will secara bergantian. Setiap babnya, kita akan memahami bagaimana cara berpikir dari Stella dan Will.

Adaptasi Dari Film


Image result for five feet apart
Source

Novel Five Feet Apart merupakan adaptasi dari sebuah film dengan judul yang sama. Salah satu situs memberi keterangan; "He director of the movie pitched both at the same time saying they should do the movie first and then release a book about it. He shared that on IG stories when the book was released."

Meski novel ini merupakan adaptasi dari film, gue tetep lebih dulu baca bukunya dibanding nonton filmnya. Lebiih seru! 

Tentang Penyakit Fibrosis Kistik


Image result for five feet apart
Source

Ketika kita membaca blurb dari novel ini, kita bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa novel ini termasuk dalam jenis novel sicklit. Tentang tokoh utama yang menderita penyakit keras dan sedang berjuang untuk dapat terus menjalani kehidupan.

Dari Five Feet Apart, kita bisa mendapat pengetahuan baru di bidang kesehatan mengenai penyakit fibrosis kistik, penyakit yang diderita oleh Stella dan Will. Fibrosis kistik itu sendiri merupakan penyakit genetika yang menyebabkan lendir lendir di dalam tubuh menjadi lengket sehingga menyumbat berbagai saluran, terutama saluran pernapasan dan pencernan.

Melalui Stella, kita dapat mengetahui gejala atau tanda tanda apa saja yang diderita oleh para penderita fibrosis kistik. Seperti muntah, batuk berkepanjangan, sesak nafas, dan infeksi paru paru. 

Ketika Cinta Terpisah Satu Setengah Meter


Source
Source

Waktu lihat cover-nya, gue penasaran kenapa novel ini diberi judul satu setengah meter. Awalnya gue berpikir satu setengah meter tersebut ada hubungan dengan konstruksi bangunan dan sejenisnya. Atau tentang tinggi seseorang yang mencapai satu setengah meter. Well, gue akui pikiran gue kurang imajinatif dalam hal ini. Padahal gambar pada cover sudah jelas adalah gambar paru paru, wkwk. Dan setelah membaca habis, gue jadi paham kenapa novel ini diberi judul satu setengah meter. 

Bagi penderita fibrosis kistik, mendekat sesama orang yang juga memiliki penyakit tersebut sama saja menjemput kematian. Aturan mutlaknya adalah mereka hanya boleh berdekatan dengan jarak minimal dua meter saja.

Stella dan Will tau bahwa jarak maksimal mereka berdekatan adalah dua meter. Tapi cinta mengalahkan segalanya, termasuk aturan mutlak tersebut. Stella mengurangi jarak maksimal mereka menjadi satu setengah meter saja.


Related image
Source
Will adalah laki laki penyuka kebebasan. Ia tidak mau terikat pada alat alat medis di rumah sakit. Berbeda dengan Stella yang tabah dan selalu memiliki harapan untuk mendapat paru paru baru. Hingga suatu hari, Stella pernah berada sangat dekat dengan Will bahkan Will menyentuh Stella pada saat itu. Ajaibnya, Stella dan Will masih dapat merasakan hidup sebagaimana semestinya. 

Itulah bukti dari kekuatan cinta.

Stella dan Will membuktikan bahwa cinta mampu menjelma menjadi sumber kekuatan terbaik kita.


***

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

2 comments

  1. Sepertinya filmnya udh diputar yaa.. Tapi sy blom nonton sih.. Cmn prnh liat aja... Bukti kekuatan cinta yahhh bisa melewati segalanya dibalik swgala kerumitannya... Cinta dtg kwpada siapun tnp melihat status, usia, sakit, dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah mbak di bioskop kemarin hehe.

      Yap, bener banget mbak :D

      Hapus