Memaknai Masa Lalu Melalui Novel Kata - Rintik Sedu [REVIEW BUKU]

April 13, 2019

"Untuk yang terjebak di masa lalu, untuk yang sedang melangkah ragu, buku ini akan membantumu beranjak dari kata yang lalu, ke kata yang baru." 
-Rintik Sedu-

Judul : Kata
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu)
Penerbit : Gagas Media
Tebal Buku : 389 hlm
ISBN : 9789797809324


BLURB

Nugraha

Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini di luar kendaliku.

Biru
Banda Neira adalah hari-hari terakhirku bersamamu. Kutitipkan segala rindu, cerita, dan perasaan yang tak lagi kubawa, lewat sebuah ciuman perpisahan. Berjanjilah kau akan melanjutkan hidupmu bersama laki-laki yang bisa menjaga dan menyayangimu lebih baik dariku.

Binta
Cinta pertama seorang perempuan yang didapat dari laki-laki adalah dari ayahnya. Dan cinta pertama itu, telah mematahkan hatiku. Ayahku sendiri membuatku berhenti percaya dengan yang namanya cinta.

Nugraha, Biru, dan Binta saling membelakangi dan saling pergi. Mereka butuh kata-kata untuk menjelaskan perasaan. Mereka harus bicara dan berhenti menyembunyikan kata hati serta mencari jawaban dari sebuah perasaan.


Tentang Kata


Image result for kata rintik sedu
Source: wattpad

Kata merupakan novel romance yang terdapat banyak kata puitis dan gombal layaknya Novel Dilan.


Kata menceritakan tentang Binta, Nugraha dan Biru. Binta atau Senjani memiliki kisah masa lalu bersama Biru. Sayangnya, Biru tak pernah mengungkapkan atau memberi tahu tentang perasaannya pada Binta. Setamat SMA, Biru pergi dan menghilang entah kemana. Membuat Binta semakin tak percaya akan cinta sejati.

Semenjak kejadian itu, ditambah lagi dengan keadaan keluarganya sekarang, Binta menjadi sosok yang pendiam dan penyendiri. Binta dikenal sebagai invisible woman di kampusnya.

Saat kuliah, Binta bertemu dengan Nugraha atau yang kerap disapa Nug. Nugraha ini merupakan teman dari temannya Binta di kampus, Cahyo namanya. 

Awalnya, Binta selalu cuek dan ketus pada Nug. Binta mengira Nug hanya kebetulan saja mendekatinya. Binta takut apabila Nug meninggalkan ia layaknya Biru. Tapi, Nug tak pernah menyerah walau telah ditolak oleh Binta berkali kali. Nug tetap berusaha untuk meluluhkan hati Binta. Nug juga ingin membuat Binta mengerti bahwa semesta membutuhkan senyumannya.

Hingga akhirnya, terjadi suatu peristiwa dimana Binta bertemu dengan Biru. Disisi lain, Nug tidak rela bila harus berpisah dengan Binta. 


Penuh Gombalan dan Kata Romantisme

Ketika membaca kata, gue banyak menemukan diksi puitis nan romantis terutama kata kata yang dipersembahkan dari Nug kepada Binta. Gue sering senyum senyum sendiri waktu baca buku ini saking puitisnya si Nug. Juga pemilihan katanya yang quotable serta ringan untuk dibaca.  Pas banget kalo lo mau kasih kode ke doi dengan kirim beberapa quote di buku ini! *eh*

“Andai bisa sesederhana itu, aku tidak akan pernah mencintaimu sejak awal. Aku tidak akan mengambil risiko, mengorbankan perasaanku. Namun, semua ini diluar kendaliku.” — Nugraha.

Kekurangan Buku

Hal yang kurang gue suka dari novel ini adalah alur cerita yang kurang related to life. Ceritanya terkesan dipaksa dan beberapa kejadian terjadi gak logis. Karakter Nug juga menurut gue cukup menjengkelkan karena terlalu memaksakan kehendaknya pada Binta. Tapi kalo gak gitu, gak akan ada kisah antara Nug dan Binta kan ya?

Berbicara Tentang Masa Lalu


Image result for quote rintik sedu

Satu-satunya hal yang bikin gue seneng ketika membaca kata adalah buku ini menceritakan tentang bagaimana caranya memaknai masa lalu. Kisah yang terjadi antara Binta dan Biru menyadarkan gue kalo gak selamanya kembali ke masa lalu itu baik. Terkadang kita hanya merindukan masa lalu, tapi tidak untuk kembali pada masa itu. Kita hanya rindu pada kenangan yang dulu pernah kita alami.

Kembali pada masa lalu bukanlah pilihan yang harus dipaksakan. Jika memang tak bisa kembali, maka percayalah bahwa semesta telah menyiapkan pilihan yang terbaik untuk kita di masa mendatang. Yang harus kita lakukan saat ini adalah fokus terhadap apa yang akan menjadi tumpuan dan harapan masa depan kita. 

Masa lalu hanya untuk dikenang dan diambil pelajarannya, bukan untuk disesali apalagi sampai ditangisi. :)


***


Overall, gue kasih bintang 3,8/5 untuk novel kata yang secara tidak langsung memberi sugesti pada gue untuk segera move on dari monster berwujud masa lalu. :-)


Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

5 comments

  1. Kalo liat reviewnya tipe novel yg romantis gmn gitu yaah... Soalnya aku suka baca yg kyk gini.. Tp kl endingnya sedih suka gmn gitu.. Hu hu... Suka kebawa"Suasana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. endingnya apa kalau bolehtau ? soalnya aku tidak sempat baca sampai habis bukunya

      Hapus
    2. wahhh, nanti jadi spoiler neh wkwk

      Hapus
  2. Iya mbak, lebih ke romance ala remaja gituu :D

    BalasHapus
  3. Wah bagus juga review book-nya, buat refrensi neh. Aku juga suka baca buku model seperti ini, yang selalu ada quote penyemangat.

    BalasHapus