Konspirasi Alam Semesta - Fiersa Besari [REVIEW BUKU]

Maret 27, 2019



Judul : Konspirasi Alam Semesta (Albuk)
Penulis : Fiersa Besari
Penerbit : mediakita
Tebal Buku : 244 hlm

"Beberapa rindu memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa."

Apa Yang Terjadi?
Konspirasi alam semesta mengisahkan tentang Juang Astrajingga atau kerap disapa Juang dengan Ana Tidae atau kerap disapa Ana. Pertemuan pertama antara Ana dan Juang terjadi secara tidak sengaja yaitu di sebuah kawasan Palasari yang menjajakan buku buku.

Ternyata semesta punya kejutan. Juang kembali bertemu dengan Ana dalam suatu kesempatan tidak terduga. Juang tentu senang karena dapat kembali bertemu dengan gadis yang mampu membuatnya jatuh cinta. Di sisi lain, Juang harus menahan kecemburuannya karena sang gadis ternyata telah memiliki kekasih.

Namun, kecemburuan Juang tidak terjadi begitu lama. Ana yang ternyata pernah dikhianati oleh kekasihnya, tidak akan pernah bisa menjalankan kisah yang sama untuk kedua kalinya. Ana memutuskan untuk pergi dari Deri, Kekasihnya dan memilih Juang sebagai tu
mpuan masa depannya.

Perjalanan cinta Ana dan Juang tidaklah semulus jalur LRT di Palembang. Ana harus banyak bersabar menghadapi Juang yang merupakan seorang petualang. Juang sering ditemani berpetualang oleh Dudi dan Andhika. Ditambah lagi, sosok Deri yang kembali hadir di hadapan Ana membuat Ana risih hingga menimbulkan salah paham antara Juang dan Ana. Naas, di pertengahan cerita, sosok perempuan yang sangat disayang Juang dan kerap dipanggilnya Ibu, meninggalkan Juang selama-lamanya.


"Kita hanya berjarak, namun bukan berpisah. Bentangan kilometer, untukmu, akan kutempuh. Engkau adalah rumah, tempat yang paling indah."

Semenjak ibunya meninggal, Juang berubah menjadi sosok yang tidak dikenal oleh Ana. Juang menjadi lebih emosional dan dingin. Sementara itu, Ana juga harus berjuang melawan sakit yang ia derita. 

Juang dan Ana; Gambaran Anak Indie Indonesia
Bukan Juang namanya jika ia tidak memiliki jiwa petualang. Hidup Juang memang dipenuhi lika liku perjuangan, sama persis seperti nama yang disematkan oleh ayah dan ibunya. 

Ayah juang merupakan eks tahanan politik pada masa G30/SPKI. Sedangkan ibu Juang dulunya adalah seorang guru SD dan amat senang membaca. Kebiasaan ibunya ini menurun pada Juang yang juga senang membaca. Dilihat dari jenis buku bacaannya, Juang juga senang membaca terutama buku buku kiri.

Hubungan antara Juang dengan ayahnya tidak berjalan mulus. Juang merasa ayahnya selalu membandingkan dirinya dengan adiknya. Juang menganggap ayahnya terlalu pengecut karena hanya menuruti perintah saja. Puncaknya, Juang pergi dari rumah dan memilih hidup indekos daripada tinggal bersama ayahnya.


"Hidup itu sederhana, manusianya saja yang rumit."

Begitu pula dengan Ana. Ana digambarkan sebagai sosok perempuan yang sangat gemar membaca buku. Jenis buku yang kerap ia baca juga sama seperti Juang, buku buku kiri yang pada zaman orba dilarang peredarannya.

Hal yang saya sukai dari tokoh Juang adalah ia begitu mencintai negerinya, Indonesia. Juang bahkan memiliki mimpi ingin pergi ke Papua untuk mencari tau bagaimana sejarahnya. Dengan segala konsekuensi dan risiko yang ia dapatkan, Juang rela berpisah dengan Ana saat harus pergi meliput ke Papua. Juang juga senang mendaki gunung. Ia senang berpetualang. Bahkan, ia menembak Ana sebagai kekasihnya diatas puncak gunung dan dibantu oleh dua rekannya.

Rasa cinta Juang terhadap negerinya juga digambarkan di akhir cerita. Hal itu pula yang menyebabkan cerita cinta antara Juang dan Anna berakhir cukup tragis.

Dari kisah ini, kita dapat melihat bahwa Juang dan Ana adalah dua insan yang menggambarkan sosok anak indie di Indonesia; buku buku kiri, mendaki gunung dan senja. Saya lupa menuliskan bahwa Juang juga menyukai senja.


"Senja memang membawa kita menuju kegelapan. Tapi, kalau kita tahu cara bersyukur, banyak bintang dalam gelap yang menunggu untuk kita nikmati."

Dikemas Dengan Unik
Konspirasi Alam Semesta adalah sebuah buku dan gabungan dari albumusik dari Fiersa Besari. Sejauh ini, sangat jarang saya temui ada penulis yang menerbitkan buku bersamaan dengan albumusik. Oleh karena itu, kalau membaca buku ini disarankan untuk mendengarkan lagu yang ada dalam buku tersebut. Biar makin baper! Wkwk

Kesimpulan
Sebelum membaca buku ini, saya memiliki ekspetasi cukup tinggi terhadap jalan ceritanya. Secara general, saya suka dengan ceritanya terutama tentang latar belakang ayah Juang sebagai eks-Tapol pada masa G30/SPKI. Juga tentang petualangan Juang, dkk ketika berkunjung ke Papua dan daerah lainnya. 


Hanya saja, konflik yang ditimbulkan sudah biasa seperti buku buku lainnya. Yang berbeda adalah cara pengemasan cerita yang disajikan oleh penulis. Penulis banyak menggunakan diksi yang puitis serta kata kata yang termasuk sering dipakai oleh pemuda aktivis.

Untuk Konspirasi Alam Semesta, saya beri bintang 3.5/5. 

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments