Rinduku Sederas Hujan Sore Itu - J.S. Khairen [REVIEW BUKU]

Februari 16, 2019

"Kami menang. Cinta pemenangnya. Sebuah kemenangan mutlak yang tanpa harus kehilangan apapun dan tanpa harus mengalahkan siapapun, terjadi ketika tak takut lagi kehilangan yang amat dicintai".


Judul Buku : Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
Penulis : J.S. Khairen
Penerbit : Nourabooks
Tebal Buku : 244 hlm
ISBN : 9786023853304
*Baca Via Ipusnas*

SINOPSIS
Hujan adalah janji setia langit kepada bumi. Yang pasti datang, tanpa payah menunggu. Kita terjebak di hujan yang sama, namun tak bisa saling bicara. Membuatku terus menunggumu memutar badan dan melempar senyum kepadaku.

Aneka rasa tumpah dari langit. Cemas dan rindu tanpa bisa kucegah. Rasa yang begitu besar, yang melenyapkan rasa lainnya.

Jarak kita tak jauh. Namun tak bisa bertatapan, apalagi berbicara. Rinduku sederas hujan sore itu.


Pembahasan
Rinduku Sederas Hujan Sore Itu merupakan kumpulan cerita pendek yang menceritakan tentang berbagai problema kerinduan. Ada yang pilu, ada juga yang berakhir bahagia. Kumpulan cerita pendek ini berjumlah sekitar 27 buah tulisan. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan beberapa puisi ataupun sajak sebagai pembuka di tiap bab ceritanya.

Dari sekian banyak cerita, saya menyukai cerita yang berjudul Abregedew dan Bioskop dan Stanford Untuk Ayah. Kisah yang berakhir pilu dan cukup dark. Dan menurut saya memang sebagian cerita memang mengambil suasana darkutama untuk Abregedew yang ternyata merupakan kisah dari keluarga kucing. Setelah baca cerita ini, saya jadi enggan untuk mengusir kucing yang mencoba mencuri makanan di dapur :')

Ada banyak makna kehidupan yang dapat kita ambil dari buku ini. Tentang memaknai kesabaran, tidak berprasangka buruk, menyayangi, mengikhlaskan dan yang terutama adalah tentang memaknai sebuah kerinduan. 

Dari segi bahasa, buku ini sangat mudah dipahami untuk berbagai jenis kalangan. Bahasa yang digunakan ringan dan tidak bertele-tele. Sederhana tapi tetap mampu menyampaikan pesan moralnya. 

Kesimpulan
Overall, saya beri 4 bintang untuk buku ini. Saya suka bukunya karena tema setiap cerita cukup realistis dengan kehidupan nyata yang saat ini ada di sekitar kita. :)



Menjadi akar 

aku memilih untuk menjadi akar.

tak harus terlihat agar jadi penguat.

sebagaimana akar, tanpanya takkan ada kehidupan.
sebagaimana akar, dia menyalurkan kekuatan.
sebagaimana akar, dia tak perlu menyaksikan daun dan buah bermekaran.
Akar tahu, ketika daun dan bunga itu menua atau diembus angin, mereka akan rebah ke tanah jua.
akar akan selalu di dalam tanah, hanya butuh satu hal; janji langit bernama hujan. 

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments