Aku - Sjuman Djaya [REVIEW BUKU]

Februari 16, 2019

"Cinta adalah bahaya yang lekas pudar." - Chairil Anwar



Judul Buku : Aku (Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar)
Penulis: Sjuman Djaya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 168 Halaman
ISBN : 9789794440407

Rate: 5/5

Sinopsis
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorangpun kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya yang terbuang


Pembahasan
Aku merupakan buku yang menceritakan tentang perjalanan hidup sang penyair legendaris bernama Chairil Anwar. Buku ini bukanlah sebuah biografi, melainkan sebuah skenario film yang tidak pernah terwujudkan.

Sjuman Djaya sendiri adalah seorang sutradara film yang memiliki keinginan untuk membuat film tentang Chairil Anwar. Sayangnya, tidak ada produser film yang mau mendanai film ini. Oleh karena itu, skenario yang telah dibuat berakhir menjadi sebuah buku yang dapat kita baca hingga saat ini.

Awal kisahnya bermula dari kehidupan Chairil Anwar yang menjadi anak broken home akibat perceraian yang terjadi antara ayah dan ibunya. Lalu, ada juga cerita bahwa Chairil sangat senang membaca buku. Chairil pun selalu membawa buku kemana pun ia akan pergi. Ia juga sangat gila membaca dan dijuluki dengan kutu buku karena kegemaran membacanya itu.

Chairil juga senang membuat puisi dengan berbagai tema baik itu tentang cinta, perjuangan dan juga semangat untuk merdeka. Chairil selalu menumpahkan perasaan yang ia rasa melalui puisi puisinya yang nyentrik. bahkan bisa dibilang berani untuk membuat inovasi baru dalam dunia puisi pada saat itu.

Dengan membaca buku ini, kita akan mengetahui betapa menggeloranya syair dan puisi yang dibuat oleh Chairil Anwar. Bagi saya, buku 'Aku' ini merupakan pelengkap dari buku 'Aku Ini Binatang Jalang'.

Di akhir buku, kita disuguhi cerita tentang Chairil Anwar yang sakit akibat terlalu banyak merokok. Chairil Anwar akhirnya meninggal di usia beliau yang masih sangat muda. Walaupun mati muda, Chairil Anwar merupakan pionir sastra Indonesia di era 1945-an. 

Nah, saya sarankan pada kalian untuk segera membaca bukunya langsung. Hayati dengan perlahan dan kalian akan mampu menemukan siapa sosok Chairil Anwar sebenarnya :)


Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments