How To Deal With Stress - Tentang Stress dan Cara Mengatasinya

Januari 12, 2019



Physiological or biological stress is an organism's response to a stressor such as an environmental condition (Wikipedia).

Pada hari Sabtu, 29 Desember 2018 silam, saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi kelas Akademi Berbagi chapter Palembang yang ke-111. Saya meminta maaf karena tulisan ini baru bisa selesai setelah satu tahun kemudian -hei kita sudah berada di tahun 2019, bukan?- dan tidak menyelesaikannya tepat satu hari setelah kegiatan. Saya mengakui bahwa saya sempat mengalami fase writing block kala itu. Hiks

Tema yang dibahas saat itu lebih menarik dan menggugah pikiran. Yup! Tema yang akan dibahas kali ini adalah mengenai stress. Lebih tepatnya tentang How To Deal With Stress? 



Image result for stress
Source

Narasumber pada kelas kali ini adalah Mbak Aprillia Putri Rahmadini, M.Psi., Psikolog (seorang psikolog klinis anak dan remaja). Mbak Aprillia ini cukup ramah dan baik. Beliau tidak segan segan membagikan ilmunya pada kami.

Ketika saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, perasaan stress itu lebih sering menghampiri dibanding jaman jaman saya waktu SMA. Banyak faktor yang mempengaruhi seperti tugas yang tiap hari selalu bertambah jumlahnya, kegiatan non-akademis yang menumpuk, tugas rumah dan banyak lagi hal lainnya. Belum lagi tuntutan zaman yang membuat beban psikologis itu bertambah, Huah! Sepertinya memang benar kalau kuliah itu tidak seindah seperti yang ada di FTV.


Apa Itu Stress?
Image result for stress
Source
Stress menurut KBBI adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar. Sedangkan menurut Om Wiki, stress itu adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini berasal dari kegagalan seseorang itu dalamencapai tujuannya. Nah kalau menurut Mbak April sendiri, stress itu adalah respon adaptif terhadap situasi yang dianggap menantang atau mengancam kesejahteraan seseorang.

Dari berbagai penjelasan diatas, kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya perasaan stress itu adalah perasaan yang kita ciptakan sendiri ketika kita berada pada posisi di bawah tekanan. Stress ini boleh jadi berbahaya apabila kita tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Nah loh



Bentuk Bentuk Stress

Image result for stress
Source

Bentuk dari rasa stress itu sendiri dibagi menjadi dua. Ada yang positif, ada juga yang negatif. Kalau yang negatif, sudah jelas dong ya pasti menimbulkan efek negatif dan cenderung destruktif. Sifatnya juga pasti tidak sehat.

Sebaliknya, ada loh stress yang positif -loh, bukannya stress itu gangguan? kok bisa bersifat positif?- dan tentunya stress yang positif ini sifatnya sehat. Efek yang ditimbulkan cenderung konstruktif atau membangun. Misalnya, stress yang kita rasakan membuat kita menjadi lebih semangat dalamencapai impian.




Apa saja Gejala dari Stress?


Gejala stress dapat dibagi menjadi empat. Ada yang berdasarkan kondisi fisik, kognitif, emosional dan juga perilaku.

1. Kondisi Fisik



Image result for stress
Source

Gejala stress berdasarkan kondisi fisik adalah ketika kita 
merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuh kita. Reaksinya macamacam. Bisa pusing, kelelahan, leher tegang, dan sebagainya. Kalau saya pribadi sih misal lagi stress biasanya merasakan pusing kepala dan kelelahan.


2. Kondisi Kognitif



Image result for stress
Source
Kalau berdasarkan kondisi kognitif, biasanya yang terserang adalah kemampuan berpikir kita. Seperti susah konsentrasi, susah mengingat sesuatu, dan merasakan cemas.

3. Kondisi Emosional



Image result for stress
Source
Gejala lain yang ditimbulkan dari stress dapat kita lihat juga dari kondisi emosional seseorang. Orang yang sedang terkena stress biasanya cepat marah, moody-an, tegang, dan sebagainya

4. Kondisi Perilaku



Image result for stress
Source
Terakhir, kita dapat mengetahui apakah kita sedang merasakan stress atau tidak dilihat dari kondisi perilaku. Biasanya, orang yang lagi stress suka menarik diri tiba tiba, makan dan tidur lebih banyak serta merasakan gelisah. Ah, sepertinya saya sedang stress tahun kemarin xD



Bagaimana mengatasinya?


Karena  stress adalah perasaan yang timbul dari diri kita sendiri dan didukung oleh adanya faktor eksternal, tentu ada cara untuk mengatasinya. Cara mengatasinya pun sederhana dan tidak butuh merogoh kocek yang lebih. Hanya butuh niat dan kemauan tinggi untuk mengatasi rasa tersebut.

1. Identifikasi Sumber Stress



Related image
Source

Tentu saja hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi sumber dari rasa stress yang kita rasakan. Apakah stress yang kita rasakan bersumber dari beban kuliah, tugas rumah atau karena hal lainnya? Hanya diri kita sendiri yang tahu. 

Setelah kita mengetahui sumber stress yang kita rasakan, maka kita akan lebih mudah mengetahui cara terbaik mengatasinya. Seperti contoh misalnya kita stress menghadapi tugas kuliah yang menumpuk, nah cari tau apa yang menyebabkan tugas tersebut dapat menumpuk? Jika penyebabnya karena kita yang suka menunda pekerjaan, maka solusi terbaiknya adalah tidak menunda nunda lagi mengerjakan tugas tersebut. Bisa dengan cara membuat daftar tugas atau membuat pengingat di gawai (pengalaman pribadi saya, wkwk)


2. Resilience

Nah, resilience ini sebenarnya termasuk ilmu psikologi. Lebih tepatnya resilience adalah proses beradaptasi dengan baik dalamenghadapi suatu keadaan. Lebih sederhananya, resilience ini adalah kemampuan diri kita untuk menghindari dampak yang merugikan dan mengubahnya menjadi lebih positif.


Image result for resilience
Source

Saya memiliki kesimpulan bahwa rasa stress itu tidak dapat kita hindari. Stress itu sifat alamiah yang dirasakan oleh manusia. Tentu saja, tiap manusia pasti pernah merasakan stress, bahkan saya sendiri sering sekali terjebak dalam rasa stress.

Setiap orang pasti pernah merasakan stress. Namun, tidak semua orang dapat mengelola rasa stress tersebut, termasuk saya sendiri. Beda orang, beda pemikiran, beda pula caranya dalamengatasi suatu hal. Dan setelah mengikuti kelas ini saya semakin yakin bahwa tiap manusia memiliki kemampuan untuk memanajemen rasa stress itu menjadi lebih positif, bukan 
malah sebaliknya. :)


Dokumentasi bersama kelas akberplb ke-111.



Sources:

- Materi Kelas Akberplb ke-111
- Kamus Besar Bahasa Indonesia
- Wikipedia

NB.



Tidak semua materi kelas akberplb ke-111 saya tuliskan disini. 

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments