Tentang Kamu - Tere Liye [REVIEW BUKU]

Desember 25, 2018



Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Jumlah Halaman : 524 hlm
ISBN : 9786020822341


Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu,
itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.
Cinta memang tidak perlu ditemukan,
cintalah yang akan menemukan kita.


Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali,
aku tidak akan menangis karena sesuatu telah
berakhir, tapi aku akan tersenyum karena
sesuatu itu pernah terjadi.


Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi.
Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir.
Maka biarlah hidupku mengalir seperti
sungai kehidupan.


Novel karangan Tere Liye berjudul Tentang Kamu ini menceritakan tentang kisah seorang gadis yang memiliki kesabaran tiada batas, kemauan belajarnya yang kuat, hatinya yang suci dan jernih bak kristal putih, serta keikhlasannya untuk berdamai dengan masa lalu.

Bagaimana Kisahnya?
Kisah bermula dari seorang laki laki berumur 30 tahun bernama Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara di firma hukum Thompson & Co yang mendapat tugas penyelidikan baru dari atasannya untuk menyelesaikan perkara warisan dari Sri Ningsih yang bernilai 1 juta poundsterling atau kurang lebih 19 triliun rupiah. Jika ia mampu memecahkannya, maka ia akan diangkat menjadi senior lawyer. 

Sri Ningsih awalnya adalah seorang gadis biasa. Ia lahir dari seorang rahim wanita hebat bernama Rahayu dan ayahnya yang kerap disapa Nugroho. Nugroho adalah seorang laki laki pekerja keras dan diakhir hidupnya memilih menjadi pelaut di Pulau Bungin, Sumbawa. Naas, Rahayu meninggal pada saat melahirkan Sri. Sri menjadi piatu sejak kecil.

Sri memiliki ayah yang sangat sayang padanya. Pada suatu ketika, ayah Sri memutuskan untuk menikah kembali dengan seorang gadis desa dan resmilah gadis itu menjadi ibu tiri Sri. Hubungan mereka masih baik baik saja pada saat itu. Penuh kebahagiaan dan canda tawa. Hidup mereka juga sangat berkecukupan.

Hingga pada akhirnya, keadaan berubah pada saat Nugroho tenggelam saat berlayar ke Surabaya. Sri dan Ibu Tirinya kehilangan orang yang sangat mereka kasihi. Selain itu, seluruh harta yang mereka miliki disita akibat barang yang dibawa oleh Nugroho tidak sampai ke pemesanSejak saat itu, Sri Ningsih kerap mendapat siksaan dan perlakuan semena-mena dari ibu tirinya. Bahkan, ibu tirinya memanggil ia dengan sebutan "anak yang dikutuk". 

Suatu ketika, terjadilah peristiwa naas yang menimpa keluarga kecil itu. Dan dari sanalah, petualangan baru Sri dimulai. Semangat juang dan kesabaran yang ia pintal sejak dulu mampu mengantarkan ia untuk meraih mimpi dan impiannya. Hingga di akhir hayatnya, ia telah mengunjungi lima benua sekaligus. Sri meninggal di Paris tepatnya di Panti Jompo yang jaraknya sangat dekat dengan eiffel. Sejak itu juga, Zaman memulai petualangannya untuk memecahkan misteri siapa yang menjadi ahli waris dari kekayaan yang dimiliki oleh Sri Ningsih.


"Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru."  - Sri Ningsih - (hlm. 278)

Berbekal buku diary milik Sri dan surat surat yang ada, Zaman berkeliling dan berpindah pindah tempat untuk mencari tahu bagaimana riwayat hidup wanita yang menghabiskan masa tuanya di panti jompo itu hingga ia bisa memiliki kekayaan sebanyak 1 juta poundsterling. Ya, bagaimana bisa seorang Sri Ningsih bisa memiliki kekayaan sebanyak itu? Temukan sendiri jawabannya di novel ini ya :p

Setelah membaca novel ini, aku bener bener bingung mau review apa karena komposisi pada novel ini menurutku sangat sempurna! Lagi lagi, Tere Liye mampu menuliskan suatu hal yang berbeda dari novelnya. Meskipun judul dan sinopsis singkatnya seperti merujuk pada kisah romansa, tapi ternyata novel ini menyuguhkan lebih dari itu.

Latar belakang yang digunakan oleh Tere Liye erat kaitannya dengan beberapa peristiwa sejarah seperti peristiwa G30S/PKI, peristiwa malari, dan reformasi 1998. Tere Liye mampu mendeskripsikan layaknya peristiwa nyata. Nilai plusnya lagi, ketika membaca buku ini, wawasan dan pengetahuan kita akan semakin bertambah. Bahkan, aku baru mengetahui Pulau Bungin yang ada di Sumbawa dari novel ini (duh) haha.

Akan lebih tepat jika menyebut buku ini termasuk genre action dan drama, bukan termasuk romance. Romance pada novel ini hanya sebagai pelengkap dan bumbu pemanis saja. *uh


"Apa arti persahabatan? Apa pula arti pengkhianatan? Apakah sahabat baik akan mengkhianati sahabat sejatinya? Bapak, Ibu, ternyata Sri bukan sahabat yang baik. Sri telah mengkhianati teman baik. Sri harus memilih, sahabat sejati atau kebenaran. Bertahun-tahun kejadian tersebut telah belalu, tapi Sri tetap tak bisa mengusir rasa bersalah. Di sini, di perkampungan santri dekat pabrik gula, dengan loji, kereta lori, cerobong... " (Hlm 141)

Overall...
Aku kasih nilai 9,5/10 untuk novel ini. Novelnya recommended dan sangat layak dibaca terutama untuk kamu yang suka dengan genre action atau cerita detektif. Dijamin seru! ^^

Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x. -Sri Ningsih - (hlm. 210)

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments