Sunset Bersama Rosie - Tere Liye [REVIEW BUKU]

Desember 23, 2018

A



“Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik.”

Judul Buku : Sunset Bersama Rosie
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Mahaka Publishing
Jumlah Halaman : 426 Halaman

Sunset Bersama Rosie merupakan novel karangan Tere Liye yang telah ku baca sejak lama, mungkin sekitar dua tahun silam. Dan ulasan bukunya baru akan ku posting sekarang. Keep reading ya guys. :)

Isi Cerita
Novel ini diawali dengan seorang laki laki bernama Tegar Karang dengan sebuah keluarga bahagia yang tengah berlibur di Jimbaran, Bali. Keluarga itu adalah keluarga Rosie, seorang wanita yang telah bersahabat sejak kecil dengan Tegar. 

Rosie memiliki suami bernama Nathan serta empat orang anak yaitu Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili. Pada saat itu, mereka akan merayakan Anniversary pernikahan Rosie dan Nathan yang ke-13.

Siapa sangka, ternyata sore hari itu adalah sore terakhir mereka dapat bertemu dan menikmati sunset bersama. Kebahagiaan mereka hilang seketika bersamaan dengan peristiwa bom yang terjadi menewaskan Nathan, laki laki yang sangat dicintai oleh Rosie.

Tegar yang tidak tega akhirnya memutuskan pindah dari Jakarta ke Gili Trawangan agar dapat membantu mengurusi Rosie dan anak anaknya. Dari sinilah, kenangan kenangan masa lalu antara Tegar dan Rosie bermunculan.


“Kau terlampau mencintai Rosie, Tegar. Maka hatimu terkadang sering menipu. Kau dulu sering bertanya apakah kau punya kesempatan? Menurut orang tua ini, kalian berdualah yang justru tidak berani membuat kesempatan itu. Betapa tidak beruntungnya. Kalian menyerahkan sepenuhnya kesempatan itu kepada suratan takdir. Tapi itu tidak buruk. Bukanlah sebuah kesalahan. Maka biarkan seperti itu saja selamanya. Juga untuk urusan mala mini, biarkan seperti itu… Andaikata takdir itu memang baik untuk kalian, maka aka nada sesuatu yang bisa membelokan semua kenyataan. Tapi sepanjang sesuatu itu belum terjadi, maka seperti yang aku bilang tidak akan ada mawar yang tumbuh di tegarnya karang, Anakku.”

Membaca Sunset Bersama Rosie mengajarkan kita bahwa kesempatan itu akan selalu ada selagi kita mau menciptakannya. Menunggu akan datangnya kesempatan hanya akan membuat penyesalan dalam diri terlebih lagi jika kesempatan itu tidak pernah datang. 

Aku suka sekali dengan konflik serta berbagai pesan moral yang ada di dalam novel ini. Persahabatan, kesempatan, cinta dan ketulusan semua terangkum menjadi satu di dalam novel ini. Satu pelajaran penting yang aku terima; laki laki dan perempuan tidak akan pernah bisa menjadi sahabat. Tentu saja, salah satu diantara mereka akan ada yang merasakan jatuh cinta (setidaknya inilah yang terjadi terhadap Tegar dan Rosie).


Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh buku ini selain banyak menyiratkan pesan pesan kehidupan, Tere Liye mampu mendeskripsikan keindahan Gili Trawangan dan Gunung Rinjani dengan elok! Ketika aku membaca buku ini, aku jadi ingin berkunjung ke Gunung Rinjani meskipun aku tau aku tidak pandai mendaki gunung, haha.

Akan tetapi, buku ini tetap memiliki kelemahan. Meskipun ending-nya berakhir bahagia, tetap saja aku kurang suka jika Tegar harus menikah dengan Rosie, bukan dengan Sekar. Padahal Sekar begitu mencintai Tegar dengan tulus. Yah, kejadian happy ending yang harus mengorbankan perasaan orang lain terdengar sangat miris.

Tahukah kau, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. Saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan, dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan”

Kesimpulan
Novel ini recommended banget untuk kalian yang ingin baca novel dengan genre romance yang tetap berjiwa dewasa dan bijaksana. Untuk kalian yang sedang memendam rasa, menunggu kesempatan, atau bahkan sedang bingung karena dihadapkan banyak pilihan, bacalah novel ini. Insya allah kalian akan sedikit mendapatkan pemahaman baru hingga membuat kalian mampu berdamai dengan masa lalu. :)

Untuk novel Sunset Bersama Rosie aku beri rating 8,5/10


Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya —Tegar-

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments