Quotes/Kutipan/Kata Mutiara Novel Milea (Suara dari Dilan) - Pidi Baiq

Desember 20, 2018

Halo readers!

Karena banyak yang request tentang ada quotes/kutipan apa aja yang ada di novel Milea, maka kali ini aku mau post tentang kumpulan quotes/kutipan/kata 
mutiara yang ada di novel tersebut. Yuk pantengin yaa. Semoga dapat memberi inspirasi baru! 



Mudah-mudahan, setelah ini, kita bisa menjadi bijaksana dengan tidak mengadili masa lalu oleh keadaan di masa kini. 
-Dilan- 


Aku selalu berpikir bahwa aku memiliki masa kecil yang benar-benar bahagia. Aku selalu merasa tidak punya masalah apa pun dengan keadaan diriku. Dan aku menikmati masa kecilku dengan kadang-kadang percaya bahwa pohon-pohon itu bisa bicara menggunakan bahasanya sendiri.-Dilan-


Sepertinya, ayah  tahu dia memiliki waktu yang sibuk sehingga merasa harus menghemat waktu yang baik untuk keluarganya. Bukan kuantitas, katanya, tapi kualitas.-Dilan-


"Orang-orang baik itu bilang, kita semua anak nakal. Kita gak pernah bilang mereka anak nakal. Otak mereka itu pikirannya negatif terus, ya? Mana? Katanya baik?" -Dilan -


Pada dasarnya, aku lebih menikmati periode waktu untuk hidup dalam damai dengan siapa pun. Tapi jika benar-benar harus berantem, kami adalah orang-orang yang siap untuk menang ataupun kalah.-Dilan-


Aku belajar untuk tidak menyerah atau berputus asa dan selalu menjadi diriku sendiri. Kukira, aku tidak akan menjadi bagaimana diriku tanpa pengalaman-pengalaman yang aku dapatkan.-Dilan-


Tenang, kami tidak akan menggangumu, kecuali kamu duluan yang melakukan hal itu. Semoga, kedamaian dilimpahkan kepadamu dan juga kepada kami sekaligus.-Dilan-


Di jalanan, aku merasa seperti tidak sedang sekolah, tapi aku mendapat banyak pelajaran. Pengalaman kerasa sangat nyata di dalam memberi aku banyak pelajaran.-Dilan-


Saat itu, aku pribadi tidak tahu apa lagi yang aku inginkan, barangkali hanya ingin oksigen dan tetap bernapas agar bisa bersamanya setiap saat. Juga, ingin bensin gratis dari Pertamina, untuk bisa mengajak Lia jalan-jalan keliling Kota Bandung.-Dilan-

Aku gembira berpikir tentang Lia yang bisa nerima aku bukan Superman, tapi cuma siswa SMA kelas 2 yang rumahnya di Riung Bandung.-Dilan-

Aku senang berpikir tentang Lia yang bisa nerima aku bukan idola, tapi cuma hamba Allah yang waktu SD kelas 5 pernah punya ikan cupang yang diberi nama Moci.-Dilan-

"Kamu tahu, Lia belum resmi jadi pacarmu. Dia masih bisa bebas dengan siapa saja mau pergi."-Dilan-

"Kamu tahu, Lia belum resmi jadi pacarmu. Dia masih bisa bebas dengan siapa saja mau pergi."-Dilan-

"Aku tidak cemburu. Dia adalah bagian dari diriku. Dia adalah teritorialku, wilayah yang sudah menjadi milikku."-Dilan-

Hidupku adalah ceritaku. Diriku adalah diriku, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain. Aku tidak tertarik untuk mengubah seseorang agar sama dengan diriku, dan jangan ada yang tertarik untuk mengubah diriku agar sama dengan dirimu.-Dilan- 

Aku bertanggung jawab pada diriku sendiri untuk memperbaiki diri dengan caraku sendiri. Aku ingin menjadi orang untuk diriku sendiri. Menjadi pahlawan bagi diriku sendiri. Aku bukan orang yang melaksanakan gagasan dari orang lain tentang bagaimana kita harus hidup.-Dilan- 

Aku ingat, aku pernah bilang kepadanya jika ada orang yang menyakitinya, maka orang itu akan hilang. Jika orang itu adalah aku, maka aku pun harus hilang.-Dilan

Aku percaya, orang yang paling egois sebenarnya adalah orang yang paling merasa tidak aman di dunia. Menyembunyikan emosi hanya untuk terlihat seperti baik-baik saja, padahal sesungguhnya menyimpan berjuta pikiran di kepalanya.-Dilan- 

Prasangka memang selalu akan menjadi beban yang membingungkan dan mengancam masa depan untuk membuat semuanya berjalan kacau.-Dilan- 

Aku dan Lia betul-betul telah menjadi korban salah duga selama ini. Dan kami akhirnya saling tahu, tetapi semuanya sudah terlambat. Kemudian kami tidak tahu apa yang harus dilakukan.-Dilan-

Jadilah diri sendiri. Masa lalu adalah masa lalu, tak usah dihindari atau kat tolak. Masa lalu akan menjadi penasihat yang baik. Tak ada gunanya kau sesali. Biarlah itu hadir sebagai aliran yang membawamu pergi ke tujuan yang lebih baik. -Dilan- 

"Cewek cuma bisa nunggu, Dilan."-Remi Moore-

"Gimana ya. Menurut Remi sih, kalau udah nyangkut-nyangkut perasaan, cowok itu emang manusia yang paling gengsian sedunia,"-Remi Moore-

Aku merasa sudah menjadi orang yang menjengkelkan untuk pernah membiarkan Lia menunggu aku menghubunginya tetapi tak kunjung tiba.-Dilan-

Aku merasa sudah menjadi orang yang menyebalkan dengan caraku mengabaikan Lia hanya disebabkan oleh karena aku percaya pada kabar burung yang tidak bertanggung jawab.-Dilan- 

"Membandingkan Lia dengan Cika adalah tindakan yang bodoh. Kebanyakan dari kita yang suka membanding-bandingkan adalah karena dia memiliki perasaan diremehkan atau ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya sendiri."-Dilan-

Merasa diabaikan bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan baginya, dan dia masih saja bersikap baik kepadaku. Tetapi itulah Milea Adnan Hussain. Aku kagum. -Dilan- 


Kita sudah melalui banyak hal bersama-sama. Tidak bisa mengataknnya dengan tepat bagaimana sesungguhnya perasaanku untuk itu. Aku hanya selalu berpikir bahwa itu adalah waktu yang baik oleh rasa manis dari kenangan masa lalu yang begitu menyenangkan. Ruang penuh gembira telah kita buat dari waktu ke waktu. -Dilan- 

Lia, di mana pun kau berada.
Aku tahu bukan itu yang kita harapkan, tapi itu adalah kenyataan. Ini bukan hal yang baik untuk merasakan sebuah perpisahan, tapi sekarang bagaimana caranya kita tetap akan baik-baik saja setelah itu. Menerimanya dengan ikhlas, akan menjadi lebih penting daripada semuanya. -Dilan- 

Dan sekarang, yang tetap di dalam diriku adalah kenangan, di sanalah kamu selalu.-Dilan 

Terima kasih, Lia. Terima kasih dulu kau pernah mau.-Dilan



Itulah beberapa kutipan ala Pidi Baiq yang dirangkum dalam novel Milea (Suara dari Dilan). Ayah Pidi Baiq memang pandai membuat kutipan bijak nan penuh cinta yang mampu membuat para pembacanya jadi meleleh.

Kamu Juga Harus Membaca Postingan Ini

0 comments